Kamis, 21 Mei 2015 14:38 WIB

Qiroat Langgam Jawa Di Istana Negara, Tanggapan Dari Qori Syaikh Abdullah Ali Bashfar

 Qiroat Langgam Jawa di Istana Negara, Tanggapan dari Qori Syaikh Abdullah Ali Bashfar
M Yaser Arafat

Pembacaan Al Quran dengan langgam Jawa yang dilaksanakan di Istana Negara dalam rangka memperingati Isra' Mi'raj tak hanya menjadi perbincangan didalam negeri.

Qari’ internasional, Syaikh Abdullah bin Ali Bashfar pun ikut memberikan komentarnya mengenai qira’at dengan Langgam Jawa tersebut.Seperti dikutip dari Fimadani, Ahad (17/05), Syeikh Ali Bashfar memberikan kritik dan catatan terkait video muratal dengan lagu Dandanggulo macapat Jawa tersebut yang dibacakan oleh Muhammad Yaser Arafat.

- Kesalahan tajwid; dimana panjang mad-nya dipaksakan mengikuti kebutuhan lagu.

- Kesalahan lahjah (logat). Membaca Al-Qur’an sangat dianjurkan menggunakan lahjah Arab, sebagaimana orang Arab membacanya. Dalam hadist disebutkan: “Iqra’ul qur’aana biluhuunil ‘Arobi wa ashwaatiha”.

- Kesalahan takalluf, yakni memaksakan untuk meniru lagu yang tidak lazim dalam membaca Al-Qur’an.

Yang cukup berbahaya jika ada kesalahan niat, yaitu merasa perlu menonjolkan kejawaan atau keindonesiaan atau kebangsaan dalam berinteraksi dengan al Qur’an, membangun sikap ashabiyyah dalam ber-Islam.

Dan yang paling fatal jika ada maksud memperolok-olokkan ayat-ayat Allah yang mereka samakan dengan lagu-lagu wayang dalam suku Jawa.

Beliau mengakhiri catatannya dengan berdoa, “Allahu yahdinaa wa yahdiihim. Semoga Allah memberikan petunjuk dalam menjaga dan menda’wahkan Al-Qur’an. Wallahu a’lam.”.

Kontroversi tilawah ayat suci Alquran menggunakan langgam Jawa di Istana Negara saat acara Isra Miraj beberapa waktu lalu terus bergulir. Sebagian masyarakat menilai pembacaan ayat suci tersebut tidak wajar karena menggunakan langgam (irama) Jawa yang dianggap merusak hukum tajwid atau hukum membaca Alquran.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin mengaku belum mendengar langsung tilawah yang dibacakan qori Yasser Arafat Surah An Najm ayat 1-15. Namun, dia menilai biasanya tidak ada yang salah dengan penggunaan langgam Jawa saat membaca Alquran.

"Enggak masalah asal tajwid tetap harus dijaga kalau lagu enggak masalah," ucap dia singkat.

Sementara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berargumen pemakaian langgam Jawa pada acara Isra Miraj ada alasannya. "Kenapa langgam Jawa yang ditampilkan? Karena saya belum menemukan langgam daerah lain yang tajwidnya baik," tuturnya melalui akun Twitter.

Oleh karena itu, dia meminta publik untuk merekomendasikan langgam lain yang mempunyai unsur tajwid bagus, "Bila ada, tolong kirim rekamannya," pintanya.

islamedia.com

Wit

Qiroat | Langgam | Jawa | di |

Copyright @2015