Jumat, 14 Juli 2017 10:41 WIB

Penibunan Halaman Balai Adat Kembali Menjadi Sorotan Aktivis Tanjab Barat

 Penibunan Halaman Balai Adat Kembali Menjadi Sorotan Aktivis Tanjab Barat
Penimbunan halaman di Gedung Balai Adat

KUALATUNGKAL(SR28) - Terkait penimbunan halaman untuk penanaman Bunga di Gedung Balai Adat Kuala Tungkal yang diduga dana siluman namun akhirnya dikatakan mengunakan dana Swakelola Dinas PU kuala Tungkal Bidang Binamarga, kembali menjadi Sorotan Tajam sejumlah Aktivis Tanjab Barat.

Meskipun sebelumnya  Kadis PU Kuala Tungkal, H. Andi Achmad Nuzul melalui Kabid Binamarga Afridasman,ST mengatakan, pekerjaan tersebut bersumber dari dana Swakelola dan alasan tidak dipadangnya papan plang merek dikarenakan dadakan (Insidensial) namun Ketua LSM LPSDN Tanjab Barat Anand Viqriza,SH,MH menilai penimbunan balai adat tersebut hnaya dibuat-buat sehingga permintaan dadakan dan dianggap Insidensial.

"Padahal tidak, dan sejauh ini kita juga tau dana rutin  Rp 3 miliar (Swakelola) Dinas PU Tanjab Barat 2017 ini merupakan dana APBD itu peruntukan nya adalah untuk perbaikan Jalan dan jembatan, dan sama sekali bukan untuk penimbunan halaman Balai Adat," selorohnya.

Lanjut Anand, "Terlabih ganjil lagi dalam pelaksana penimbunan itu tidak ada Plang Merek keterangan Swakelola dananya berapa yang dipakai tidak ada yang tahu, dan ini juga salah satu pembodohan masyarakat Tanjab Barat, kenapa demikian karena tidak ada nominal rupiahnya juga yang terpasang dan ini bisa saja di simsalabin dan mungkin Rp 100 juta bisa saja laporan nya Rp 200 juta bahkan lebih, dan ini yang dikatakan pembodohan karena tidak ada trasparansi dari setiap dana Swakelola yang digunakan," tambahnya.

Anand meminta Anggota DPRD Tanjab Barat yang membidangi pembangunan yakni Komisi III untuk segera melakuan pemeriksaan (Sidak) kelokasi pekerjaan Swakelola apakah sudah tepat peruntukannya, seperti penimbunan Balai Adat tersebut.

"Ini selayaknya dianggarkan dalam dana peningkatan di DPA APBD sehingaa tidak mengunakan dana Swakelola,karna dana suwakelola itu untuk perbaikan jalan dan jembatan, yang kita ketahu masih banyak jalan poros yang berlobang dan jembatan yang rusak butuh dana Swakelola itu" terangnya.

Reporter: Sabri | Redaktur: Agus Sholihin Abar


Copyright @2015