Jumat, 04 Agustus 2017 14:43 WIB

Mahasiswa Dilaporkan Kampusnya Ke Polisi, KAMMI Pusat Desak Copot Rektor Unsri

 Mahasiswa Dilaporkan Kampusnya ke Polisi, KAMMI Pusat Desak Copot Rektor Unsri
Surat Universitas Sriwijaya

JAKARTA(SR28) - Terkait dengan aksi mahasiswa Peduli UKT Universitas Sriwijaya (03/8) yang berujung pada tindakan anarkis dan pemukulan terhadap  mahasiswa, Pengurus Pusat  Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan pihak Rektorat & aparat keamanan terhadap peserta aksi.

Ketua umum PP KAMMI Kartika Nurakhman mengecam perlakuan pihak kampus dalam menyikapi aspirasi   mahasiswa dengan cara represif.

"Pihak kampus seharusnya menyikapi aspirasi mahasiswa terkait UKT  dengan proporsional, bukan dengan cara represif dan mengintimidasi mahasiswa" kata Nurakhman 

Senada dengan itu ketua PP KAMMI Bidang Kebijakan Publik Riko P. Tanjung mendesak Kemenristekdikti untuk mencopot Rektor UNSRI, yg bertanggungjawab trrhadap tindakan tidak berprikemanusian kepada mahasiswa.

"Tidak boleh ada pembungkaman terhadap mahasiswa oleh pihak kampus karena sangat bertentangan dengan semangat demokrasi dan keterbukaan di Indonesia " terang Riko.

Menurut Riko seharusnya pihak kampus bangga, karena  memiliki mahasiswa yang peduli & kritis terhadap kondisi sosial

"Mahasiswa merupakan aset bangsa  yang harus dididik untuk memiliki kepekaan terhadap kondisi rakyat, bangsa & negara " tambah Riko

Terakhir Riko meminta pemerintah untuk mengevaluasi   sistem UKT yang sangat membebani mahasiswa

"Pihak kementrian harus segera mengevaluasi kebijakan UKT ini, karena  sangat membebani mahasiswa ditengah beban ekonomi rakyat yang semakin berat", tutup Riko.

Reporter: M.Sidik| Redaktur: Agus Sholihin Abar


Copyright @2015