Jumat, 06 Oktober 2017 10:22 WIB

Risiko Penyebab Bayi Lahir Prematur Yang Perlu Anda Ketahui

 Risiko Penyebab Bayi Lahir Prematur Yang Perlu Anda Ketahui
Ilustrasi wanita Hamil

SR28JAMBINEWS.COM - Persalinan prematur dapat dialami siapapun. Umumnya penyebab bayi lahir prematur tidak diketahui secara pasti dan dapat merupakan gabungan beberapa faktor. Penyebabnya dapat berupa faktor biologis, medis, atau pun psikososial.

Persalinan normal terjadi saat bayi lahir di usia kehamilan 38-40 minggu. Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu disebut dengan bayi lahir prematur. Sekitar 12 persen Ibu hamil dapat melahirkan secara prematur. Semakin muda bayi lahir, maka semakin tinggi risiko bayi tersebut mengalami gangguan kesehatan, karena beberapa organ tubuhnya belum dapat bekerja dengan baik.

Gangguan kesehatan yang mungkin dialami bayi prematur antara lain adalah sakit kuning, sulit mempertahankan suhu tubuh, kesulitan bernapas karena paru yang masih belum berfungsi dengan baik, meningkatnya risiko infeksi, gangguan penglihatan dan pendengaran, bayi tidak dapat mengonsumsi makanan dengan baik karena sulit bernapas dengan menelan, gangguan paru kronis, dan cerebral palsy.

Faktor Risiko Bayi Lahir Prematur
Mengingat beragamnya risiko yang mungkin terjadi pada bayi prematur, jika Anda sedang hamil atau merencanakan kehamilan, ada baiknya untuk mencermati apakah Anda memiliki risiko penyebab bayi lahir prematur. Cermati daftarnya di bawah ini.

Riwayat Persalinan
Sebelumnya Anda pernah mengalami persalinan prematur.
Mengandung bayi kembar.
Hamil di usia lebih dari 35 tahun atau kurang dari 17 tahun.
Memiliki kelainan pada serviks atau rahim.
Kondisi Medis
Anda menderita penyakit tertentu seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit ginjal, preeklampsia, atau pun infeksi. Beberapa penyakit infeksi yang dapat menyebabkan kelahiran prematur seperti sifilis, klamidia, gonorea, trikomoniasis, infeksi cairan ketuban, dan infeksi saluran kemih.
Ketuban pecah dini.
Berat badan kurang atau kelebihan berat badan saat hamil.
Anda pernah menjalani beberapa aborsi atau pun pernah mengalami keguguran pada trimester kedua.
Hamil melalui fertilisasi in vitro (bayi tabung).
Anda hamil saat sedang menggunakan alat kontrasepsi IUD, dengan alat tersebut masih tertinggal dalam kandungan selama hamil.
Jarak kehamilan yang terlalu cepat (6 bulan dari kehamilan sebelumnya).
Faktor lain
Kebiasaan merokok atau mengonsumsi obat terlarang.
Tingkat sosio-ekonomi rendah.
Riwayat perawatan pascamelahirkan yang tidak memadai.
Kelelahan ekstrim.
Mengalami peristiwa yang mengguncang psikologis, seperti kekerasan dalam rumah tangga atau kematian orang dekat.
Mengalami trauma atau pun cedera fisik.
Melihat banyaknya faktor yang dapat menjadi penyebab bayi lahir prematur, maka penting bagi Ibu untuk rutin memeriksakan kehamilan atau menjalani perawatan antenatal. Terlebih jika Anda termasuk berisiko. Pemeriksaan ini dapat membuat dokter mengambil langkah lebih dini untuk mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi.

Pada keadaan tertentu, melahirkan bayi secara prematur dilakukan atas dasar kondisi medis Ibu, misalnya pada ibu dengan preeklampsia. Tindakan ini guna mencegah komplikasi pada ibu yang dapat mengancam nyawa ibu dan janin. Di sisi lain, terkadang penyebab bayi lahir prematur secara Caesar dijalankan tanpa ada alasan medis, misalnya seperti mencocokkan tanggal kelahiran anak dengan peristiwa atau tanggal tertentu. Pilihan ini tidak disarankan. Selalu disarankan menunggu hingga bayi minimal berusia 39 minggu dalam kandungan untuk mencegah risiko kesehatan yang dapat berbahaya. Kabar baiknya, teknologi neonatal intensive care units (NICU) di masa kini memungkinkan bayi prematur dapat hidup sehat seperti bayi lain.

Source: Alodokter

Risiko | Penyebab | Bayi | Lahir |

Copyright @2015