Senin, 09 Oktober 2017 09:59 WIB

Kenapa Pria Perlu Sunat? Ini Manfaatnya Untuk Kesehatan

Kenapa Pria Perlu Sunat? Ini Manfaatnya untuk Kesehatan
Manfaat sunat untk kesehatan

SR28JAMBINEWS.COM - Sunat atau khitan tidak memengaruhi kesuburan atau pun mengurangi kenikmatan seksual pria dan pasangannya. Nyatanya, sunat atau dalam bahasa medis disebut sirkumsisi ini, memiliki beberapa manfaat seperti  perlindungan dari penyakit menular seksual dan infeksi saluran kemih.

Sunat adalah proses pelepasan kulup atau kulit yang menyelubungi ujung penis. Khitan atau sirkumsisi sudah bisa dilakukan sehari atau dua hari setelah Si Kecil dilahirkan. Di Indonesia, umumnya proses ini dilakukan saat anak laki-laki menduduki sekolah dasar. Yang jelas, semakin tua usia anak lelaki atau pria yang disunat, semakin besar juga risiko dan tingkat kerumitannya.

Kenapa Perlu Sunat?
Dari sisi medis, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan orang yang menjalani proses sunat, yaitu:

Khitan mengurangi risiko infeksi penyakit seksual menular seperti human papilloma virus (HPV) dan penyakit seksual menular seperti herpes atau sifilis. Meski demikian, pria yang sudah menjalani sunat harus tetap melakukan hubungan seksual yang sehat dan aman.
Mencegah terjadinya penyakit pada penis seperti nyeri pada kepala atau kulup penis yang disebut fimosis. Ini adalah kondisi saat kulup penis yang tidak disunat sulit untuk ditarik. Kondisi ini bisa menyebabkan radang pada kepala penis yang disebut balanitis.
Mengurangi risiko infeksi saluran kemih yang dapat merujuk kepada masalah ginjal. Infeksi ini umumnya lebih sering terjadi pada orang yang tidak menjalani sunat.

Sunat adalah ritual agama atau budaya bagi banyak masyarakat, khususnya di Indonesia. Walaupun sunat pria terkadang diperdebatkan oleh beberapa orang, sebenarnya sunat memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan.

Apa saja manfaat tersebut?

Berikut ini adalah tujuh manfaat sunat bagi kesehatan pria menurut The American Academy of Pediatrics (AAP), seperti dilansir dari Mayoclinic, Rabu (14/12/2016) di bawah ini:

1. Sunat tidak mempengaruhi fungsi dan gairah seksual pria.

2. Sunat tidak mempengaruhi kesuburan pria.

3. Sunat membuat pria lebih mudah mencuci dan membersihkan bagian intimnya, sehingga kebersihannya  terjaga. Sedangkan pria yang tidak disunat, sulit untuk menjaga kebersihan area genitalnya karena adanya kulup yang menutupi.

4. Sunat dapat mengurangi risiko infeksi saluran kemih karena kulup dihilangkan, yang biasanya menjadi tempat berkembangnya kuman. Selain itu, pria yang disunat juga akan mengurangi risiko infeksi tersebut pada pasangannya.

5. Sunat dapat mengurangi risiko infeksi penyakit menular seksual (IMS), termasuk HIV. Namun tentu saja, melakukan seks yang aman tetap menjadi hal yang penting.

6. Sunat dapat mencegah terjadinya masalah pada penis. Salah satunya, kulup pada penis yang tidak disunat terkadang sulit ditarik ke atas (fimosis). Hal ini dapat menyebabkan peradangan di kulup atau kepala penis.

7. Sunat dapat mengurangi risiko kanker penis. Walaupun jenis kanker ini sangat jarang, namun umumnya pria yang disunat memiliki risiko lebih kecil. Selain itu, wanita yang memiliki pasangan pria yang sudah disunat pun kecil kemungkinannya terkena kanker serviks.

Source: Alodokter

Kenapa | Pria | Perlu | Sunat? |

Copyright @2015