Kamis, 12 Oktober 2017 09:54 WIB

Zumi Zola Dukung Penuh Pembenahan Administrasi Kopi Kerinci Untuk Diekspor Ke Rusia

 Zumi Zola Dukung Penuh Pembenahan Administrasi Kopi Kerinci Untuk Diekspor Ke Rusia
Zola dan pejabat terkait mencicipi kopi kerinci

JAMBI(SR28) - Gubernur Jambi, H.Zumi Zola Zulkifli,S.TP,MA menyatakan mendukung penuh pembenahan administrasi Kopi Alam Korintji (Kopo Kerinci) untuk diekspor ke Rusia. Hal tersebut dikemukakan oleh Zola saat pertemuan dengan Perkumpulan Petani Kopi Alam Korintji (KAK) di rumah dinas Gubernur Jambi, Selasa (10/10). Pj. Sekda Provinsi Jambi, Drs.H.Erwan Malik,MM turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Gubernur Jambi dan Pj.Sekda Provinsi Jambi mencicipi Kopi Kerinci dalam pertemuan itu.

Kedatangan Perkumpulan Petani Kopi Alam Korintji tersebut adalah untuk meminta dukungan Pemerintah Daerah, baik Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Jambi dalam pengurusan administrasi Kopi Alam Korintji untuk diekspor ke Rusia.

Kopi Alam Korintji (Kopi Kerinci) merupakan salah satu produk dalam imbal dagang dengan pesawat Sukhoi dari Rusia. Untuk itu, petani kopi yang tergabung dalam Kopi Alam Korintji meminta dukungan penuh Pemerintah Kabupaten hingga Pemerintah Pusat untuk membantu proses administrasi yang dibutuhkan.

Suryono, Ketua Kelompok Tani Kopi Alam Arabika mengatakan, Perkumpulan Petani Kopi Alam Korintji membutuhkan berbagai surat izin dan rekomendasi melakukan ekspor kopi sebagai bagian dari imbal dagang dengan Rusia. Suryono menambahkan bahwa pihaknya telah dihubungi PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI). PPI menyatakan memilih KAK sebagai salah satu produk yang akan dijadikan imbal dagang ke Rusia.

Suryono menjelaskan, imbal dagang tersebut merupakan suatu dukungan terhadap kelompok tani Kopi Arabika Kerinci, dan dengan imbal dagang itu, 13 kelompok tani yang bernaung dibawah organisasi Kopi Alam Kerinci (KAK) dibawah binaan Yayasan Lahar atas dukungan WWF Indonesia dan MCAI, semakin bersemangat mengembangkan perkebunan kopi organik.

KAK terdiri dari 13 kelompok tani yang berasal dari Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci. 13 kelompok tani tersebut sepakat untuk tidak membuka lahan di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) terkait tata kelola lahan dan bertani kopi. Setiap anggota kelompok menandatangani pakta integritas untuk tidak membuka lahan di TNKS.

Menanggapi hal tersebut, Zola mengatakan mendukung penuh pembenahan dan penyelesaian semua kebutuhan administrasi KAK dan menginstruksikan OPD terkait untuk membantu Perkumpulan Petani KAK dalam mengurus segala administrasi yang dibutuhkan untuk ekspor Kopi kerinci tersebut ke Rusia.

Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Gubernur se Sumatera yang diselenggarakan di SwissBell Hotel Jambi, Senin (9/10), Kopi Kerinci disajikan dalam sesi coffee break. Hal tersebut merupakan salah satu upaya Gubernur Jambi dan jajarannya untuk semakin mempopulerkan Kopi Kerinci kepada masyarakat luar Provinsi Jambi.

Pemerintah Indonesia dan Rusia sepakat melakukan imbal beli dalam membeli 11 unit pesawat Sukhoi SU-35 dengan sejumlah komoditas nasional. Barter tersebut terealisasi setelah ditandatangainya Memorandum of Understanding (MOU) antara BUMN Rusia, Rostec, dengan BUMN Indonesia, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Menteri Pertahanan Ryanizard Ryacudu menegaskan bahwa pembelian Sukhoi melalui mekanisme imbal beli tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. "Ini baru pertama kali kami merasakan UU itu sebelumnya belum terlaksana. Pembelian ini berdasarkan UU, sesuai aturan," ujar Ryamizard saat memberikan keterangan pers di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa (22/8/2017).

Sertifikat Indikasi Geografis Kopi Kerinci

Sebelumnya, Kopi Kerinci telah mendapat sertifikat indikasi geografis pada 26 April 2017 dengan nama KOPI ARABIKA SUMATERA KOERINTJI, yang diberikan oleh Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, Aidir Amin Daud kepada Bupati Kerinci, Adi Rozal, yang disaksikan oleh Wakil Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum.

Wagub berharap agar pemberian sertifikat indikasi geografis tersebut berdampak positif bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat petani kopi di Kerinci. 

Reporter: Mustar | Redaktur: Agus Sholihin Abar

Zumi | Zola | Dukung | Penuh |

Copyright @2015