Kamis, 12 Oktober 2017 14:13 WIB

Pantau Pertanian Di Tebo, Zola Imbau Petani Tidak Mengalihfungsikan Lahan Pertanian Pangan

 Pantau Pertanian di Tebo, Zola Imbau Petani Tidak Mengalihfungsikan Lahan Pertanian Pangan
Gubernur Jambi, H. Zumi Zola saat cetak sawah

TEBO(SR28) - Gubernur Jambi, H. Zumi Zola,S.TP,MA mengimbau para petani untuk tidak mengalihfungsikan lahan pertanian pangan menjadi lahan pertanian non pangan atau peruntukan lain, karena pertanian pangan itu sangat penting. Sebagai reward bagi para petani yang mempertahankan lahan pertanian pangan, Zola pun mengatakan akan terus berupaya memberikan bantuan, sedangkan bagi para petani yang mengalihfungsikan lahan pertanian pangan, bantuan tidak diberikan. Hal tersebut dilakukan Zola sebagai salah satu langkah untuk menunjang swasembada dan ketahanan pangan. Imbauan itu dikemukakan Zola dalam Gerakan Tanam Padi Sawah Gapoktan Lingkar Nago bersama Gubernur Jambi, Bupati Tebo H.Sukandar, Wakil Bupati Tebo H.Syahlan, Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj.  Sherrin Tharia Zola,  Ketua TP PKK Tebo (Anggota DPR RI) Hj.  Saniatul Lativa Sukandar, TNI di Desa Bungo Tanjung Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo, Rabu (11/10/17).

Gerakan Tanam Padi Sawah tersebut mengusung tema “Melalui Mekanisasi Pertanian Kita Tingkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) Mendukung Upsus Padi, Jagung, dan Kedelai (Pajale) Menuju Jambi TUNTAS 2021.”

Zola mengakui telah memantau keberhasilan masyarakat di Desa Bungo Tanjung dalam bidang pertanian khususnya padi sawah. "Saya pantau para petani dan Gabungan kelompok Tani (Gapoktan) sangat luar biasa, satu hektar hasilkan 5,7 ton," ungkap Zola.

Zola menegaskan keberhasilan masyarakat dengan pertanian perlu perhatian agar tidak terjadi alih fungsi lahan yang menjadi tantangan di samping perubahan iklim terhadap tanaman non pangan. "Kita edukasi masyarakat kalau pertanian komitmen kita beri bantuan, ada alat pertanian sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih, ketika tidak komit berubah menjadi non pangan kita tidak beri bantuan lagi," tegas Zola.

Zola mengingatkan bahwa musim tanam bisa berubah sesuai dengan keadaan iklim yang perlu disikapi para penyuluh dan pihak terkait pertanian. "Para penyuluh, sama-sama kita membimbing petani apa saja aplikasi teknologi yang harus diterapkan supaya kualitas dan kuantitas hasil pertanian bisa meningkat," harap Zola.

Peningkatan panen padi dari dua tahun sekali ditingkatkan menjadi tiga kali setahun merupakan harapan gubernur pada masyarakat petani di Desa Bungo Tanjung. "Bersama Pak Bupati terus menganggarkan untuk program pertanian, Insya Allah Nilai Tukar Petani (NTP) bisa mencapai seratus, ini momentum baik," tutup Zola.

Bupati Tebo, H. Sukandar menyampaikan, padi jagung kedelai (Pajale) mengalami peningkatan siginifikan, dan masing-masing kecamatan memiliki andalan , Kecamatan Tebo Ulu dengan potensi sawah, Tujuh Koto dengan jagung kedelai, Serai Serumpun dan Tebo Ilir  dengan potensi kedelai, "Peningkatan ini tidak terlepas dari bantuan gubernur melalui Dinas Pertanian. Alsintan supaya dipergunakan dengan baik," kata Bupati Tebo.

Sukandar menegaskan, kerjasama masyarakat dengan penyuluh membuahkan hasil dengan kembalinya masyarakat pada pertanian untuk lahan potensial. "Ada lahan produktif yang dialihkan untuk sawit dan timbul kembali kesadaran untuk jadi sawah melalui penyuluh dan  gunakan alsintan untuk turun ke sawah dan mneghindari alih fungsi lahan," tegas Bupati Tebo.

Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan Provinsi Jambi, Ir.H.Achmad Mausul melaporkan, luas tanam di Kabupaten Tebo pada Oktober-Maret 2016/2017 8.845 hektare pada April-September 2017, realisasi mencapai 6.760 hektare atau 135 persen dari target seluas 5.000 hektare, "Artinya sudah mencapai diatas target," ujar Kadis Pertanian dan Tanaman Pangan.

Achmad Mausul menuturkan, hasil rakor Upsus di Bapeltan Jambi, luas tanam Oktober-Maret 2017/2018 seluas 8.700 hektare, guna menunjang pencapaian luas tanam tersebut Kabupaten Tebo telah mendapat alokasi kegiatan dana  APBD 1 untuk bantuan benih 1.000 hektar, padi organik 40 hektar, 4 unit pengolahan pupuk organik. Kemudian, bantuan benih jagung seluas 4.250 hektare, budidaya kedelai APBN murni 4.000 hektare, 1.200 hektare APBN P, alat dan mesin pertanian baik pra panen maupun pasca panen: 8 unit traktor roda empat, satu unit untuk mencabut kelapa sawit di Desa Pulau Jelmu, 30 unit traktor roda dua, 10 unit pompa,  2 unit alat tanam padi, 3 unit alat pasca panen Combine Harvester sedang, 2 unit alat pasca panen Combine Harvester besar, 5 unit Corn Celler, serta 5 unit power thresher.

APBD Provinsi Jambi untuk Kabupaten Tebo mendapatkan penumbuhan penangkar benih padi seluas 35 hektare berupa benih padi, pestisida, pupuk.

Selain itu, Achmad Mausul mengatakan, luas sawah di Desa Bungo Tanjung 220 hektare di tiga hamparan, 70 hektar Pulau Jelmu, produktivitas padi 5,7 ton perhektar. "Desa ini Perlu mendapat apresiasi, telah mencapai indeks pertanaman sebesar 250 berarti sudah lebih duakali tanam," kata Kadis Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan.

Kepala Desa Bungo Tanjung, Zaid menyampaikan penanaman sudah memasuki periode kedua yang saat ini Pemerintah  Desa membuat pagar sawah dengan menggunakan Dana Desa. "Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat kami yang mayoritas petani
program pertanian memang kami perhatikan, pagar sawah dari dana desa dan tahun depan untuk buat jalan tani," ujar Zaid.

Reporter: Mustar | Redaktur: Agus Sholihin Abar

Pantau | Pertanian | di | Tebo, |

Copyright @2015