Senin, 16 Oktober 2017 04:54 WIB

Bambang Palasara: Pegawai Lapas Yang Tertangkap OTT Akan Diberhentikan Secara Tidak Hormat

 Bambang Palasara: Pegawai Lapas yang Tertangkap OTT Akan Diberhentikan Secara Tidak Hormat
Kepala Kemenkumham Jambi, Bambang Palasara

KUALA TUNGKAL (SR28) - Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi Jambi, Bambang Palasara,SH menegaskan bahwa narkoaba itu benar-benar musuh yang menakutkan.

Dirinya bersama jajaran sudah berusaha semaksimal sebaik mungkin tanpa mengurangi pegawai-pegawai yang sudah berbakti dan intigeritasnya tinggi untuk menekan peredaran Narkoba di lapas.

Hal ini ditegaskannya tetkait adanya beberapa oknum pegawai Lembaga Permasyarakatan (LP) yang mana satu bulan yang lalu di Jambi telah mencoba membawa narkoba didalam lapas. Hal ini seperti disampaiknnya saat menghadiri pisah sambut Kalapas Kelas II B, Bramitam Sabtu (14/10/17) kemarin.

Bambang juga menyampaikan amanat Menteri Hukum dan HAM RI, bahwa pihaknya tidak main-main dengan pegawai lapas yng kedapatan terlibat peredaran narkoba di Lapas.

"Saya katakan bukah hanya PP Nomor 05 yaitu pemberhentian dengan tidak hormat, tetapi dia akan kita lanjutkan ke proses hukum, dan itu sudah terbukti di Jambi,dimana beberapa petugas LP menjadi warga binaan," jelas Bambang.

Ia menjelaskan bahwa kejadian serupa bukn hanya di Kota Jambi, namun juga di Kabupaten Tebo, Kabupaten Bungo, dan Kabupaten Kerinci.

"Ada kejadian serupa dimana anggota lapas,menjadi warga binaan lapas (LP),dan itu bukti nyata kita tidak hanya lefservis menindak Permain Narkoba,dan itu adalah bukti kami dengan tidak main-main,terhadapa petugas LP yang jugamenjadi warga Binaan,karna tertangkap memasukan Narkoba Kedalam," jelasnya.

Bambang juga menegaskan tidak akan pernah untuk membela Pegawai Yang tertangkap tangan.

"Tidak ada upaya dari kita untuk membela manakala Operasi Tangkap Tangan (OTT) prgawai yang berusaha memasukan Narkoba kedalam Lapas, jadi kami Kementrian Hukum dan HAM lebih dituntut lagi dari jajaran permasyrakatan penting sekali untuk ikut memerangi narkoba ditanah air ini lebih khusus lagi di lembaga permasyrakatan (LP) dan itu sudah terbukti, macam-macam, PP 53 juga sudah kita jalankan, kemudian pidana juga pun sudah dijalankan," ungkapnya.

"Secara prodik kita akan lakukan tes urin termasuk juga saya selaku pimpinan Lapas Jambi, seluruhnya tidak terkecuali, kita lakukan tes urin, secara periodik berkala mendadak dan mana kala ada pegawai terbukti mengkonsumsi narkoba, akan kita rehab atau diberhentikan, kalau hanya sebagai penguna itu memang hukumannya bisa direhab, mana kala yang bersangkutan pasrah, tapi kalau sampai OTT membawa lebih dari 0,0 Gramnarkoba ke lapas maka dia akan kita berhentikan juga secara tidak hormat" tegas Bambang.

Selain itu, pengawasan  di LP diperketat dan opreasi rahasia didalam LP dilakukan secara berkala.

"Minimal satu minggu sekali atau sebulan sekali dan selalu kita ada temukan sedikit, nama nya barang kecil secanggih-canggih  apa pun kita mencegah tetap saja ada yang lolos," pungkasnya.

Reporter: Sabri | Redaktur: Agus Sholihin Abar

Bambang | Palasara: | Pegawai | Lapas |

Copyright @2015