Selasa, 21 November 2017 08:28 WIB

Bunda, Jangan Sampai Anak Kelebihan Garam Dari Makanan & Susu

Bunda, Jangan Sampai Anak Kelebihan Garam Dari Makanan & Susu
Ukuran kebutuhan garam pada anak (Ilustrasi)

SR28JAMBINEWS.COM - Menu makanan anak-anak kini cenderung mengandung garam dalam jumlah berlebih. Terutama jika anak lebih sering menikmati makanan yang tinggi garam, seperti piza, roti, makanan siap saji dan makanan yang sudah diproses.

Yang perlu diketahui, kebutuhan anak terhadap garam tidak sebanyak orang dewasa. Asupan garam yang ideal pada anak disesuaikan berdasarkan usianya. Berbagai produk kerap menuliskan jumlah garam pada label keterangan informasi gizi dengan mencantumkan nilai natrium/sodium saja. Namun, jumlah garam sebenarnya adalah 2,5 kalinya dari nilai kandungan natrium yang tertera pada kemasan.

Ukuran Kebutuhan Garam pada Anak
Kebutuhan garam pada masing-masing orang tidak sama. Pada anak, kebutuhan garam dapat ditentukan berdasarkan usia. Berikut jumlah kebutuhan garam pada anak di bawah usia 11 tahun:

Anak usia 4-6 tahun, kebutuhan asupan garamnya adalah 3 gram per hari atau setara dengan 1,2 gram natrium
Anak usia 7-10 tahun, kebutuhan asupan garamnya adalah adalah 5 gram per hari atau setara dengan 2 gram natrium.
Anak usia 11 tahun ke atas, kebutuhan asupan garam yang disarankan adalah 6 gram per hari atau setara dengan 2,4 gram natrium.
Melihat kebutuhan garam pada anak di atas, Anda harus lebih cermat dalam memberi asupan nutrisi untuk anak. Makanan-makanan tinggi garam ada pada keju, ikan asin, acar, daging atau ikan yang sudah diasap, makanan yang sudah diasamkan, saus, serta kecap. Untuk membantu upaya tersebut, pada beragam jenis makanan dalam kemasan, seperti roti dan sereal, bahkan susu, Anda dapat memeriksa label nutrisi untuk memastikan berapa jumlah natrium yang terkandung di dalamnya.

Sebaiknya batasi konsumsi makanan yang diketahui tinggi garam. Kemudian hindari menambahkan garam pada jenis-jenis makanan tersebut, karena berpotensi membuat anak mengalami kelebihan garam.

Memilih Susu tanpa Tambahan Garam untuk Anak
Susu adalah salah satu sumber nutrisi pelengkap pada anak. Salah satu manfaat susu adalah mendukung perkembangan saraf dan otak anak melalui kandungan lemak yang ada di dalam susu, terutama untuk anak di bawah usia 2 tahun. Susu juga kaya akan vitamin D dan merupakan sumber kalsium yang dapat menyokong pembentukan tulang yang kuat pada anak.

Meski demikian, takaran susu harus diatur agar tidak berlebihan. Misalnya, apabila pertambahan berat badan anak melebihi pertambahan tinggi badannya, disarankan untuk mulai mengganti susu tinggi lemak dengan susu rendah lemak, meskipun usia anak masih di bawah 2 tahun. Hal ini untuk mencegah agar anak tidak kelebihan lemak dan kolesterol.

Selain itu, tidak jarang orang yang memberikan tambahan garam pada susu untuk sekadar menambah rasa gurih, beragam jenis susu dalam kemasan pun memiliki kandungan garam di dalamnya agar lebih menggugah selera. Meski demikian, sebaiknya hindari menambahkan garam pada susu anak, karena kebutuhan garam anak sebenarnya sudah dapat dipenuhi melalui asupan makanannya sehari-hari.

Asupan garam yang berlebihan dapat menambah rasa haus dan lapar, bahkan mungkin mengganggu kesehatan ginjal. Peningkatan rasa haus beserta lapar tersebut secara tidak langsung bisa saja meningkatkan risiko anak obesitas.

Asupan garam berlebih juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Dengan tidak mengonsumsi garam berlebih, tekanan darah tinggi dapat dicegah. Oleh karenanya, pemberian susu tanpa garam dapat menurunkan risiko hipertensi pada anak serta berbagai komplikasinya, karena tidak mengandung garam tambahan.

Sebenarnya susu juga sudah mengandung bahan-bahan yang membuatnya memiliki rasa. Misalnya, laktosa yang merupakan gula alami, sehingga memberi rasa manis. Zat ini berpadu dengan zat-zat mineral lainnya, sehingga menghasilkan rasa gurih susu asli.

Anak-anak memerlukan nutrisi yang sesuai untuk perkembangannya, termasuk asupan garam. Umumnya, makanan sehari-hari bagi anak sudah mencukupi kebutuhan tersebut. Penting bagi orang tua memastikan asupan gizi yang diberikan sehari-hari pada anak memiliki jumlah nutrisi yang seimbang, termasuk memberikan susu pada anak sebagai pelengkap gizi.

Source: Alodokter

Bunda, | Jangan | Sampai | Anak |

Copyright @2015