Selasa, 21 November 2017 09:11 WIB

Luhut Minta Kapal TNI AL Tak Buang Sampah Di Laut

 Luhut Minta Kapal TNI AL Tak Buang Sampah Di Laut
Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Bid. Kemaritiman

JAKARTA- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar kapal-kapal milik TNI Angkatan Laut (AL) tidak membuang muatan sampah saat berlayar.

Keberadaan sampah plastik yang dibuang dari muatan kapal laut selama ini membuat pencemaran terhadap biota laut dan mengancam generasi muda Indonesia.

"Saya minta kepada insan pers untuk menyebarkanluaskan ini, bahwa tidak boleh membuang sampah di laut. Apalagi sampah plastik tidak mudah terurai dan bisa menjadi mikro plastik ketika dimakan ikan," ujar Luhut di atas dek kapal KRI Bima Suci, Dermaga II JICT Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (20/11) pagi.

Saat berbincang dan pemaparan oleh komandan kapal KRI Bima Suci, Luhut juga mengingatkan hal tersebut kepada Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi.

"Pak Ade tolong diingatkan kepada seluruh jajaran armada agar tidak pernah membuang sampah di laut apapun alasannya. Berbahaya bagi kita ke depannya, karena jika manusia mengonsumsi ikan yang memakan sampah plastik dapat membuat kelainan pada bayi yang dilahirkan," tuturnya.

Ade menjawab bahwa kapal TNI AL buatan tahun 1980an ke atas sudah dilengkapi waste management sehingga sampah selalu dibuang ke kendaraan truk sampah saat kapal sedang sandar di pelabuhan.

KRI Bima Suci disebutkan TNI AL dapat melaju dengan kecepatan 15 knot atau 6 knot lebih cepat dari pendahulunya yakni KRI Dewa Ruci serta dilengkapi pengolahan air laut menjadi air tawar dan juga ruang khusus menampung limbah sampah yang dihasilkan.

"Jika generasi kita terjaga, maka mereka dapat membangun bangsa ini ke depannya. Apalagi kelas menengah kita mengalami pertumbuhan drastis. Pariwisata bisa kita kembangkan asalkan infrastruktur jalan, air bersih, dan hotel diperbaiki," kata Luhut.

"Pak Presiden (Joko Widodo) rencananya juga akan menghadiri puncak perayaan Sail Banda 2017 ini. Beliau berpesan bahwa untuk pariwisata Indonesia agar dikelola arsitekturnya harus asli dari karakter kebudayaan di daerah itu," tutupnya.

Source: Beritasatu

Luhut | Minta | Kapal | TNI |

Copyright @2015