Selasa, 05 Desember 2017 05:26 WIB

Pantau Disiplin ASN, Bupati Safrial Segera Terapkan Absen Sidik Jari

 Pantau Disiplin ASN, Bupati Safrial Segera Terapkan Absen Sidik Jari
Bupati Tanjabbar, Safrial MS saat apel pagi

KUALA TUNGKALN(SR28) -- Tidak mau kecolongan serta ingin memastikan secara langsung disiplin dan kinerja bawahannya, Bupati Tanjung Jabung Barat H. Safrial meminta kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk segera membuat aplikasi program absensi sidik jari (finger print) sebagai kontrol absensi bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di pemerintah kabupaten Tanjung Jabung Barat

Tidak hanya absensi sidik jari biasa, Bupati juga menekankan bahwa aplikasi finger print dimaksud juga harus terintegrasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) di Tanjab Barat.

“Saya minta Diskominfo segera bikin aplikasi finger print yang terintegrasi dengan BKD. Jadi tidak hanya kehadiran saja tapi juga kinerja”, tegas Safrial.

Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Tanjabbar Ir. H. Taharuddin mengatakan bahwa terkait kebutuhan aplikasi absensi finger print dirinya telah berkoordinasi dengan Kepala BKPSDM selaku leading sektor yang mengetahui  kebutuhan aplikasi ini sehingga aplikasi dimaksud mampu mengatasi kelemahan absensi manual yang selama ini sudah diterapkan

“Sesuai arahan Bapak bupati, sistem finger print yang terintegrasi ini diharapkan nanti mampu menghitung besaran tunjangan tambahan berdasarkan kehadiran dan kinerja setiap ASN," ungkapnya.

Kemudian terkait penganggaran dan pengelolaan aplikasi finger print tersebut, Taharuddin menambahkan, bahwa nantinya bisa saja di alokasikan dan dikelola oleh BKPSDM.

"Dinas Kominfo kemungkinan hanya menyediakan perangkat jaringan sebagaimana sebelumnya telah di koneksikan dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) dan Tahun 2018 nanti koneksi jaringan baik intranet dan internet antar OPD akan lebih ditingkatkan guna mendukung koneksi data antar opd sehingga diharapkan pada tahun 2019 untuk 44 OPD di tanjab barat telah terkoneksi" tambahnya.

Dinas Kominfo juga menyarankan dalam perencanaan aplikasi finger print nantinya, pihak BKPSDM  mampu menganalisa kebutuhan dan berkoordinasi dengan Bagian Organisasi Setda selaku penyusun regulasi perhitungan tunjangan tambahan ASN.

"Hal lain yang juga perlu menjadi perhatian adalah terkait unit kerja terkecil sampai dengan UPTD/UPTB/Puskesmas sampai dengan SMP dan SD yang cukup banyak yang notabene sebagian wilayah kerja unit tersebut belum di aliri listrik" pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa penerapan absensi ini sidik jari ( Finger Print) juga sebagaimana mengimplementasikan Undang-undang Nomor 5/2014 tentang ASN untuk mendongkrak kinerja dan kedisiplinan pegawai negeri. Dengan cara ini diharapkan akan membuat ASN lebih rajin dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara dan masyarakat.

Reporter: Sabri | Redaktur: Agus Sholihin Abar

Pantau | Disiplin | ASN, | Bupati |

Copyright @2015