Kamis, 07 Desember 2017 09:52 WIB

Sekda Ambok Tuo Buka Rakorda  MUI Tanjab Barat

 Sekda Ambok Tuo Buka Rakorda  MUI Tanjab Barat
Sekda Tanjabbar, Ambok Tuo

KUALA TUNGKAL (SR28)  -- Sebagai Optimalisasi Peran dan Potensi Ulama di Era dan Awal Kemerdekaan perlu dibangkitkan kembali demi suksesnya pembangunan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, untuk itu digelar acara Rapat Koordinasi Daerah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanjab Barat dari tanggal 06 Desember s/d 07 Desember 2017 bertempat di Hotel Cahaya Kuala Tungkal, Rabu (6/12/17).

Laporan Ketua Panitia MUI Tanjab Barat Drs. KH. Abdul Halim Kasim SH mengatakan tujuan diadakannya kegiatan ini Rakorda MUI Kabupaten Tanjab Barat untuk menginvetarisir permasalahan- permasalahan keagamaan dan selanjutnya encari jalan keluar jalan penyelesaiannya.

Selain itu memberikan rekomendasi kepada pemerintah Daerah terkait penyelesaian permasalahan pemberdayaan dan pengembangan perekonomian masyarakat dan sebagai ajang silaturahmi antar pengurus MUI Kabupaten dan MUI Kecamatan dalam Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Adapun Peserta MUI dari Kabupaten Tanjab Barat sebanyak 12 orang , Pengurus MUI Kecamatan dalam Kabupaten Tanjab Barat 39 orang , utusan Ormas Islam 5 orang, utusan Guru/Dosen pendidik 4. orang.

"Kami mengucapkan  terima kasih kepada Bupati Tanjung Jabung Barat DR. Ir. H. Safrial, MS yang telah memfasilitasi atas terselenggaranya Rapat Koordinasi Daerah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanjab Barat ini, yang dananya bersumber dari APBD Tanjab Barat Tahun 2017 melalui DPA-SKPD Bagian Kesra dan Keagamaan Sekretariat Kabupaten Tanjab Barat" ujar KH. Abdul Halim Kasim.

Dikesempatan yang sama, Sekda Ambok Tuo mewakili Bupati mengatakan bhwa gedung Balai Adat nanti rencananya akan di fungsikan sebagai gedung MUI yang didalamnya akan diadakan berbagai kegiatan keagamaan.

"Saya berharap rapat Koordinasi Deerah ini menjadi ajang wahana refleksi diri, sekaligus evaluasi terhadap relaksasi program yang telah disepakati dan penanganan permasalahn yang muncul  sebagai penyempurnaan program yang akan datang. Melalui Rakorda MUI ini bisa dapat menghasilkan program- program kerja yang realistis untuk kemashalatan umat" pinta Sekda.

Sekda mengatakan, keberadaan ulama sudah sepantasnya berperan menjadi sandaran umat sekaligus bisa menyatu dan menghidupi umat.

"Oleh karena itu MUI mesti peka dengan permasalahan yang terjadi di tengah-tengan kehidupan masyarakat serta berperan aktif megambil peran mencarikan solusi sesuai kapasitas yang dimiliki MUI," pungkasnya.

Reporter: Sabri| Redaktur: Agus Sholihin Abar

Sekda | Ambok | Tuo | Buka |

Copyright @2015