Kamis, 14 Desember 2017 19:29 WIB

Sekda Tanjabbar Beberkan Hasil Tes Urin Terhadap 241 Pejabatnya

 Sekda Tanjabbar Beberkan Hasil Tes Urin Terhadap 241 Pejabatnya
Sekda Tanjabbar saat ditemui aqak media

KUALA TUNGKAL (SR28) - Setelah dilakukan tes urine narkoba secara mendadak  terhadap 261 Pejaba Eselon II dan III & IV di lingkungan Pemkab Tanjab Barat pada 26 November 2017 lalu. Akhirnya Sekda Kabupaten Tanjab Barat Drs. H. Ambok Tuo, MM secara resmi membeberkan hasil tes urine tersebut kepada sejumlah awak media, Kamis (14/12/17) yang didampingi Kepala BKPSDM Drs. Encep Jarkasih.

Ambok Tuo menjelaskan dari rencana awal 261 pejabat yang dites urine, tidak hadir sebanyak 45 sehingga yang dites hanya 216. Kemudian ditambah dengan anggota Pol PP yang bertugas sebanyak 21 orang, maka total keseluruhan yang dites Urine 241 orang.

"Terhadap 45 orang ini akan kita tetap tes. Namun sebelumnya kita minta alasanya, kenapa mereka tidak hadir saat itu," papar Sekda.

Terkait hasil tes, kata Sekda semua bagus, namun ada 7 orang hasilnya samar. Dari ketujuh PNS tersebut, 5 orang telah mengklarifikasi bahwa mereka baru konsumsi obat dokter yang dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter.

"Kemudian, terhadap kelima PNS tersebut telah dilakukan pengecekan ketempat dokter dia berobat, ternyata memang betul yang bersangkutan berobat, selanjutnya obat yang diberikan dokterpun telah dicocokan antara hasil tes dengan resep obat yang diberikan oleh dokter ahli yang disiapkan Pemkab. Hanya saja ada 2 orang yang belum ada kejelasan."Tambah sekda, hasilnya sudah kami konfirmasi, ternyata mereka benar mengkonsumsi obat yang diharuskan dokter karena sakit," jelas Sekda.

Adapun terhadap 2 orang PNS lagi, hingga saat ini belum ada keterangan atau kelarifikasinya yang disampaikan mereka. "Ini akan kita kejar, karena keduanya juga belm mengkalifikasi, apakah sama dengan yang 5 orang tersebut berobat atau apa," tegas Sekda lagi.


Sekda kembali menegaskan, bahwa tes urine PNS ini di lingkungan Pemkab Tanjab Barat akan berkelanjutan sampai ke staf-staf OPD bahkan staf honorer. Dan tes tersebut bukan hal main main-atau pencitraan. Melainkan ini komitmen pak Bupati bahwa seluruh aparatur pemerintah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat harus besrih dari Narkoba."Soal ditemukan jika ada pegawai yang terindikasi mengkonsumsi narkoba kita akan koordinasi lagi dengan kepolisian. Sedangkan sanksinya selaku pegawai itu keputusannya dari Bupati."Sepanjang pengguna atau tercandi, tertangkap dalam tes urine ini dan dapat membuktikan hanya pengguna bukan pengedar, maka dapat dijatuhkan hukuman rehabilitasi. Tentu akan berbeda dengan tertangkap oleh Polisi atau BNN, itu sanksinya jelas pidana,"pungkas Ambok Tuo.

Reporter: Sabri | Redaktur: Agus Sholihin Abar

Sekda | Tanjabbar | Beberkan | Hasil |

Copyright @2015