Advertorial
Kamis, 23 Mei 2013 23:15 WIB

Hasil Indeks Demokrasi Indonesia Kebebasan Sipil Provinsi Jambi Tertinggi

 Hasil Indeks Demokrasi Indonesia Kebebasan Sipil Provinsi Jambi Tertinggi
Ilustrasi

Jambi- Wakil Gubernur Jambi Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum menyatakan bahwa hasil Indeks Demokrasi (IDI) Provinsi Jambi tahun 2010 menunjukkan bahwa aspek Sipil di Provinsi Jambi mendapatkan indeks paling tinggi (95,86).Pernyataan ini disampaikan Wagub pada kunjungan kerja anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hubungan Antar Agama, Kamis (23/5) bertempat di ruang Mayang Mangurai, Bappeda Provinsi Jambi. Hadir dalam acara ini Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hubungan Antar Agama Dr.K.H.Ma’ruf Amin, Kepala Kemenag Provinsi Jambi, Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jambi, Perwakilan FKUB, Perwakilan Muhamadiyah,Perwakilan NU, Perwakilan Walubi, Perwakilan Parisada Hindu Dharma, Perwakilan Agama Kong Hu Cu, Perwakilan Pembimas Kristen, Perwakilan Gereja Katolik, Perwakilan Pembimas Katolik, dan undangan.


Disampaikan oleh  Wagub bahwa tingginya indeks aspek kebebasan sipil diperoleh dari kontribusi empat variabel yang terdapat didalamnya. Variabel kebebasan dari diskriminasi memperoleh indeks paling tinggi (97,22), disusul kebebasan berkeyakinan (97,06), kebebasan berkumpul dan berserikat (90,00). “Dengan demikian dari indeks kebebasan berkeyakinan tersebut, semakin menegaskan bahwa provinsi Jambi, telah berjalan dengan cukup baik” ucap Wagub.


Wagub juga menjelaskan bahwa berdasarkan data BPS provinsi Jambi sampai dengan 2010 jumlah rumah ibadah di provinsi Jambi adalah sebagai berikut. Rumah ibadah Islam terdiri dari 3241 masjid, 1737 musholla, dan 3639 langgar. Untuk rumah ibadah Kristen Protestan terdapat sebanyak 229 buah dan rumah ibadah Kristen Katolik sebanyak 49 buah. Sedangkan rumah ibadah Budha berjumlah 29buah, rumah ibadah konghucu 19buah, dan rumah ibadah Hindu sebanyak 3buah.


Saat ditemui wartawan usai acara Wagub juga menanggapi pertanyaan tentang tingkat toleransi di Provinsi Jambi. Menurut Wagub pemerintah terus berkomitmen untuk mewujudkan kerukunan umat beragama diprovinsi Jambi . “Pemerintah terus berupaya memelihara kerukunan di provinsi Jambi, dan kita juga melakukan koordinasi secara berkala setiap tahun dengan FKUB, bersama dengan ormas agama, Kanwil Agama dan instansi terkait pemerintah provinsi Jambi, mungkin saja hanya terjadi perbedaan persepsi, semoga ke depan tidak terjadi lagi,” jelasnya.


Dikatakan Wagub bahwa di tingkat nasional provinsi Jambi masih dianggap aman, jika terjadi  riak- riak kecil dianggap wajar  dan diharapkan dari kegiatan ini dapat dijadikan wadah untuk berdialog. “Dengan kegiatan Dewan Pertimbangan Presiden ingin tahu dan ingin sosialisasi tentang kerukunan hidup umat beragama di Indonesia,” jawabnya.


Sementara itu  Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hubungan Antar Agama Dr.K.H.Ma’ruf Amin  juga menjawab senada pertanyaan dari wartawan bahwa kerukunan umat beragama di propinsi Jambi sudah cukup baik. “Saya kira bisa didiskusikan kembali hasil survei tersebut,  dimana letaknya, tapi yang saya dengan pertemuan ini terlihat toleransinya cukup bagus,  yang  ada hanya  salah paham dan kurang patuh saja. Kemudian ada potensi dari luar yang bisa menimbulkan ke arah in toleran, kalau kita lihat secara umum cukup toleran,” jelasnya.

BERITA TERKINI