Kamis, 13 Juni 2013 12:03 WIB

Sungai Batang Tembesi, Fisik Air Keruh Secara Kimia Baik

Sungai Batang Tembesi, Fisik Air Keruh Secara Kimia Baik
Sungai Batang Tembesi

SAROLANGUN - Meskipun dilihat secara fisik, air Sungai Batang Tembesi keruh dan berwarna kekuningan, namun jika dilihat secara kimia, baku mutu air sungai masih bisa dikonsumsi oleh masyarakat tetapi harus dengan pengolahan yang baik.

Hal itu diungkapkan oleh Hambali, Kepala Badan BLHD(Badan Lingkungan Hidup Daerah) Sarolangun saat diwawancarai SR28 dengan mengatakan bahwa jika dilihat secara fisik memang keruh, namun  sesuai ambang baku mutu air masih bisa dikonsumsi. ''Memang kalau kita melihat secara fisik air Sungai Batang Tembesi keruh dan berwarna kekuningan, tetapi jika dilihat secara kimia baku mutu airnya masih bisa dikonsumsi, walaupun tentu harus terlebih dahulu melalui pengolahan yang baik, sehingga tidak menimbulkan penyakit,'' ungkapnya.

Diungkapkan olehnya, pihak BLHD secara rutin terus melakukan pemantauan dengan mengambil sampel air Sungai Batang Tembesi  untuk dilakukan pengujian dan hasilnya dipublikasikan, sehingga masyarakat bisa mengetahui nya secara luas. '' Kita tiap tiga bulan selalu melakukan pengujian air sungai ini  dan hasilnya kami sebar luaskan agar masyarakat paham dan tidak menimbulkan pro kontra di kalangan masyarakat Sarolangun,'' ujarnya.

Pengujian contoh air Sungai Batang Tembesi dilakukan di laboratorium, sehingga hasilnya dapat dipertangung jawabkan.'' Hasil pengujian yang kami publikasikan dapat dipertangung jawabkan, sebab bukan kita yang menguji namun pihak laboratorium yang kompeten di bidangnya,'' ujarnya.

Meskipun demikian, warga diinstruksikan untuk tidak mengkonsumsi air sungai secara langsung, sebab harus diproses terlebih dahulu agar tidak menimbulkan penyakit. '' Lebih baik gunakan air sumur saja. Air sungai jika ingin dikonsumsi, harus diproses dulu,'' tegasnya. Seperti yang terlihat di sepanjang aliran Sungai Batang Tembesi, airnya hingga saat ini masih keruh dan berwarn kekuningan pekat. Hal tersebut disebabkan maraknya PETI yang melakukan aktivitasnya di bantaran sungai tersebut.

Yan/Sat

Sungai | Batang | Tembesi, | Fisik |

Copyright @2015