Rabu, 03 Juli 2013 10:38 WIB

Tak Lama Lagi, Terdakwa UPTD Tungkal Ulu Dituntut PN Tipikor

 Tak Lama Lagi, Terdakwa UPTD Tungkal Ulu Dituntut PN Tipikor
Ilustrasi

KUALA TUNGKAL - Kasus dugaan korupsi dengan dua terdakwa dari UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) Dinas Pendidikan wilayah Kecamatan Tungkal Ulu Kabupaten Tanjung Jabung Barat akan segera menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) Jambi.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jambi Victor Antonius S Sidabutar melalui JPU Wilyanto SH pada SR28 Selasa (02/07) di ruang kerjanya membenarkan bahwa dua terdakwa yaitu Sulastri yang menjabat sebagai Kepala UPTD Tungkal Ulu dan Restu Sudarma, bendahara UPTD tersebut, akan disidang pada hari Kamis besok. “ Jadwal sidang dua orang yang ditetapkan sebagai terdakwa ini sudah ada pada Hakim Pengadilan Tipikor Jambi yang akan dilaksanakan pada hari Kamis (04/07 ) mendatang. Sidang dua terdakwa dari UPTD Tungkal Ulu itu sudah masuk tahap tuntutan," ungkap Wily.

Sebelum sidang pembacaan tuntutan itu sudah ada 20 orang saksi yang dihadirkan dalam persidangan Tipikor Jambi, yakni dari pihak Dinas Pendidikan , UPTD serta Kepala Sekolah yang lingkup kerjanya berada di wilayah Kecamatan Tungkal Ulu Kabupaten Tanjab Barat. Setelah pembuktian dalam persidangan selesai, dilanjutkan dengan tahap pemanggilan saksi ahli. Setelah itu pembacaan tuntutan dan pledoi/pembelaan dari terdakwa. Tetapi untuk saksi yang meringankan terdakwa, tidak kami hadirkan," tambah Wily.

Terdakwa Sulasri (46), perempuan, mantan Kadis UPTD Tungkal Ulu dan terdakwa Restu (28), laki-laki, warga Tanjab Barat ini, telah mengakui perbuatannya. Terdakwa Sulastri telah mengakibatkan kerugian negara senilai Rp 370 juta dan Restu senilai Rp 77 juta. Tetapi dalam sidang pemeriksaan terdakwa, Restu mengembalikan kerugian negara itu senilai Rp 30 juta. Kalau terdakwa Sulastri, tidak mengembalikan hasil korupsinya," jelas nya.

Atas tindakan korupsi uang negara tersebut, ditemukan kerugian negara sejumlah Rp 477 juta, dari anggaran APBD tahun 2011 sebesar Rp 544 juta." Terdakwa dikenakan pasal 2 dan 3 Nomor 31 Tahun 1999 UU Tindak Pidana Korupsi juncto UU Tindak Pidana Korupsi Nomor 20 tahun 2001 dengan ancaman pidana maksimal 15 sampai 20 tahun," tandasnya.

Sab/Sat

Tak | Lama | Lagi, | Terdakwa |

Copyright @2015