Kamis, 24 April 2014 08:50 WIB

Selama 2014, Telah Empat Kasus DBD Ditemukan Di Sarolangun

 Selama 2014, Telah Empat Kasus DBD Ditemukan di Sarolangun

SAROLANGUN(SR28) - Sebanyak empat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sarolangun sepanjang 2014 ditemukan. Meski jumlah itu relatif menurun dibandingkan 2013 lalu, namun Dinkes Kesehatan Sarolangun terus berupaya menekan penyebarannya.

Adnan, Kadinkes sarolangun melalui Bambang Hermanti selaku Kabid P2M, kepada sejumlah wartawan mengatakan,” Terhitung hingga April 2014, baru empat kasus DBD ditemukan. Jika dilihat grafiknya, angka itu mengalami penurunan dibandingkan tahun 2013 yang mencapai 31 kasus."

Lebih lanjut Bambang mengatakan meski 2014 masih akan bergulir, tapi menurutnya angka penderitanya diprediksikan akan tetap menurun.
 " Kita melihat empat bulan berjalun, hanya empat kasus. Berarti diasumsikan perbulan satu kasus ditemukan," ujarnya.

Ia mengatakan, kasus DBD ada ditemukan di Mandiangin, Sarolangun, Batin VIII, Pelawan, dan Singkut.
“ Secara umum DBD terjadi pada beberapa kecamatan. Kita sudah turun langsung untuk mencegah penyeberannya agar tidak meluas di Sarolangun,” katanya.

Di samping diderita usia produktif, dewasa dan anak-anak, menurut Bambang, DBD umumnya terjadi lantaran tidak menjaga pola hidup secara bersih.
" DBD ini ‘kan bisa dibilang penyakit istimewa. Penyebabnya nyamuk. Sementara nyamuk itu tidak bersarang di tempat kotor. Tidak pada air yang berhubungan denga air tanah, dia berkembang di air bersih," tegasnya.

“ Selain itu, nyamuk itu itu bersarang pada air tergenang seperti di botol plastik yang terbuang, tetapi masih ada airnya, maka nyamuk Aedes aegypti akan berkembang. Itulah makanya istimewa. Ya di bak mandi juga sama, akan dijadikan tempat berkembang bila tidak rutin dibersihkan," sebutnya.

Ia mengatakan, selain fogging/pengasapan di lingkungan sekitar rumah maupun tempat domisili, pihaknya juga akan memberikan obat bubuk pembunuh jentik nyamuk agar tidak meluas.
" Fogging cuma membunuh nyamuk dewasa, utamanya harus dengan pola hidup bersiah. Patut diperhatikan gejala awal terkena DBD. Gejala demam harus diamati. Masa demam tinggi selama 2 hingga 7 hari, nafsu makan jadi berkurang. Nyeri di persendian dan sakit kepala. Itu langkah awal sebelum dilakukan diagnosa ataupun pengecekan darah. Diharapkan masyarakat bisa mencermatinya. Selain memang kita rutin mengadakan penyuluhan dan sosialisasi ke masyarakat," pungkasnya. Empat Kasus DBD Ditemukan di Sarolangun

SAROLANGUN(SR28) - Sebanyak empat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sarolangun sepanjang 2014 ditemukan. Meski jumlah itu relatif menurun dibandingkan 2013 lalu, namun Dinkes Kesehatan Sarolangun terus berupaya menekan penyebarannya.

Adnan, Kadinkes sarolangun melalui Bambang Hermanti selaku Kabid P2M, kepada sejumlah wartawan mengatakan,” Terhitung hingga April 2014, baru empat kasus DBD ditemukan. Jika dilihat grafiknya, angka itu mengalami penurunan dibandingkan tahun 2013 yang mencapai 31 kasus."

Lebih lanjut Bambang mengatakan meski 2014 masih akan bergulir, tapi menurutnya angka penderitanya diprediksikan akan tetap menurun.
 " Kita melihat empat bulan berjalun, hanya empat kasus. Berarti diasumsikan perbulan satu kasus ditemukan," ujarnya.

Ia mengatakan, kasus DBD ada ditemukan di Mandiangin, Sarolangun, Batin VIII, Pelawan, dan Singkut.
“ Secara umum DBD terjadi pada beberapa kecamatan. Kita sudah turun langsung untuk mencegah penyeberannya agar tidak meluas di Sarolangun,” katanya.

Di samping diderita usia produktif, dewasa dan anak-anak, menurut Bambang, DBD umumnya terjadi lantaran tidak menjaga pola hidup secara bersih.
" DBD ini ‘kan bisa dibilang penyakit istimewa. Penyebabnya nyamuk. Sementara nyamuk itu tidak bersarang di tempat kotor. Tidak pada air yang berhubungan denga air tanah, dia berkembang di air bersih," tegasnya.

“ Selain itu, nyamuk itu itu bersarang pada air tergenang seperti di botol plastik yang terbuang, tetapi masih ada airnya, maka nyamuk Aedes aegypti akan berkembang. Itulah makanya istimewa. Ya di bak mandi juga sama, akan dijadikan tempat berkembang bila tidak rutin dibersihkan," sebutnya.

Ia mengatakan, selain fogging/pengasapan di lingkungan sekitar rumah maupun tempat domisili, pihaknya juga akan memberikan obat bubuk pembunuh jentik nyamuk agar tidak meluas.
" Fogging cuma membunuh nyamuk dewasa, utamanya harus dengan pola hidup bersiah. Patut diperhatikan gejala awal terkena DBD. Gejala demam harus diamati. Masa demam tinggi selama 2 hingga 7 hari, nafsu makan jadi berkurang. Nyeri di persendian dan sakit kepala. Itu langkah awal sebelum dilakukan diagnosa ataupun pengecekan darah. Diharapkan masyarakat bisa mencermatinya. Selain memang kita rutin mengadakan penyuluhan dan sosialisasi ke masyarakat," pungkasnya.

Yan/Sat

Selama | 2014, | Telah | Empat |

Copyright @2015