Kamis, 31 Juli 2014 08:26 WIB

Punk Rock/Pop Punk : Genre Dengan Band-band Dahsyat Ramones, Green Day, Blink-182 Etc

Punk Rock/Pop Punk : Genre Dengan Band-band Dahsyat Ramones, Green Day, Blink-182 Etc

"Punk Rock" adalah salah satu cabang genre dari musik Rock, musik punk rock ini muncul pada era 1970'an dengan munculnya band seperti The Clash, Sex Pistols.

Kelompok punk sering meniru struktur musik sederhana seperti musik garage rock dari tahun 1960-an. Biasanya mereka terdiri dari satu drum kit, satu atau dua electric guitar, satu electric bass, dan vocals. Drums biasanya hanya memiliki satu snare drum, satu tom, satu floor tom, satu bass drum, hi-hats, satu atau dua crash cymbal dan satu ride cymbal.

Pada awal tahun 1990, musik punk rock dikenalkan kembali oleh Nirvana, walau pada akhirnya, mayoritas media menyebut Nirvana dengan istilah grunge atau rock alternatif. Kesuksesan album Nevermind dari Nirvana, diakui sebagai "pembuka jalan" kepada musik punk rock untuk dikenal oleh dunia luas, sampai saat ini.

Pada tahun 2007, perusahaan sepatu punk rock dari Inggris, Doc Martens, membuat iklan promosi yang menggunakan foto-foto ikon yang telah berjasa mengenalkan musik punk rock, yaitu Joey Ramone (Ramones), Sid Vicious (Sex Pistols), Joe Strummer (The Clash), dan Kurt Cobain (Nirvana).

Karakteristik

Tidak seperti aliran musik lainnya, punk lebih mengutamakan pelampiasan energi dan curhat ketimbang aspek teknis bermain musik. Para pencinta punk berprinsip bahwa tidak perlu jago bermain musik, yang penting penampilan oke dan yang namanya unek-unek harus bisa dikeluarkan. Dan memang, buktinya, almarhum Sid Vicious dari Sex Pistols tidak jago bermain bass. Meski demikian, orang-orang tidak memandangnya dengan remeh dia. Malah justru Sid banyak digandrungi para pencinta punk. Punk juga memiliki sebuah keyakinan anak-anak muda yang mempunyai landasan pemikiran DIY(Do it Yourself). Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.

Gaya hidup

Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seniavant-garde, yaitu dandanan nyeleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para performer berkualitas rendah, dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan harus disertai dengan hebohnya pemikiran.

Asal -usul

Tak ada yang tahu pasti kapan dan di mana munculnya budaya punk pertama kali. Tapi . Dari Rock n’ roll ke Punk Punk sebetulnya memiliki dasar sikap yang sama dengan musik rock n’ roll, aliran musik yang lahir pada tahun 1955. Dulu, rock n’ roll itu menjadi musik milik generasi muda yang ingin memberontak terhadap kemapanan, sehingga dijauhi dan tidak disukai para orang tua. Tapi saat rock mulai kehilangan gereget dan dianggap monoton, mulailah ada kasak-kusuk untuk menciptakan jenis musik baru yang ekstrem sebagai reaksi melawan kejenuhan tadi. Dari keresahan itulah aliran punk lahir.

Pada tahun 1964, terjadi serbuan besar-besaran grup asal Inggris ke Amerika. Dan yang menjadi “biang keladinya” adalah The Beatles. Melihat trend baru itu, remaja Amerika pun sadar bahwa sebuah grup sanggup mengerjakan semuanya sendiri. Maka di berbagai pelosok Amerika, anak-anak sekolah pun mulai membentuk band dan latihan di garasi rumah mereka sendiri. Karena mereka baru belajar, musiknya pun tidak yang susah-susah. Mereka cenderung belajar dari grup-grup yang alirannya simple tapi nge-rock, macam The Rolling Stones, The Who atau The Yardbirs, yang musiknya lebih menitikberatkan pada riff dan power, bukan struktur lagu yang kompleks.

Maka ketika mereka pada gilirannya mulai menulis lagu sendiri, musik mereka sangat bersemangat dan relatif "kencang" sehingga menggugah semangat para pendengarnya. Sesuai dengan tempat kelahirannya, orang memberi julukan untuk warna musik ini: Garage rock. Grup-grup yang lahir contohnya The Standells, The Seeds, The Music Machine, The Leaves, dan lain-lain. Dan dari sini lahirlah sound yang selanjutnya berkembang jadi punk rock. Dari Iggy Pop hingga Ramones, punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.

Akibatnya punk dicap sebagai musik rock n’ roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.

1970an

Memasuki dekade 70-an, punk mulai menemukan bentuknya seperti yang kita kenal sekarang. Ciri pemberontakannya makin kentara, dan segala rupa aksi panggung yang ugal-ugalan pun mulai muncul. Dari generasi pelopor punk ini ada dua nama yang boleh disebut paling menonjol yaitu MC5 dan The Stooges.

Iggy adalah salah satu dari segelintir pentolan punk yang kiprahnya masih berlanjut sampai dasawarsa 90-an. Dan seiring dengan lahirnya generasi baru punk rock, namanya pun makin diakui sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam musik rock pada umumnya, dan khususnya pada punk.

Tahun 1975 lahirlah beberapa grup musik baru seperti Blondie yang ngepop, Talking Heads yang avant garde, The Voidoids yang berkutat dengan gitar, dan The Dead Boys yang nyeleneh. Dan ada Ramones. Ramones punya citra seperti tokoh kartun. Empat anak jalanan asal Queens yang tampil gahar dengan jaket kulit dan jeans belel, seperti geng. Gerombolan ini memancang mitos bahwa mereka satu keluarga. Pada tanggal 4 Juli 1976, Ramones mengadakan konser perdananya di Inggris. Entah itu tanggal keramat atau apa, konser mereka meninggalkan bekas yang dalam diri kaum muda Inggris yang menyaksikannya. Konser itu disaksikan oleh para pentolan grup yang belakangan memotori kebangkitan punk di Inggris, yaitu Sex Pistols, The Damned, dan The Clash. Dari Sex Pistols hingga Green Day.

Ada sebuah catatan penting ketika sebuah grup band dari Inggris yang dalam tiap pertunjukannya selalu dihadiri anak-anak muda dengan dandanan berbeda dari yang lain. Nama band itu adalah Sex Pistols dan hit mereka yang terkenal adalah “Anarchy in the U.K.” Wabah ini secara cepat menyebar ke Eropa. Punk muncul sebagai bentuk reaksi masyarakat yang kondisi perekonomiannya lemah dan pengangguran di pinggiran kota-kota Inggris, terutama kelompok anak muda, terhadap kondisi keterpurukan ekonomi sekitar tahun 1976-1977. Kelompok remaja dan kaum muda ini merasa bahwa sistem monarkilah yang menindas mereka. Dari sini muncul sikap resistensi terhadap sistem monarki. Kemarahan-kemarahan ini diwujudkan dalam bentuk musik yang berisi lirik-lirik perlawanan dan protes sosial politik serta cara berpakaian yang tidak lazim. Konser-konser musik digelar sebagai media untuk mengampanyekan ide-ide mereka.

Sex Pistols dan The Clash memasukkan aspek baru dalam perkembangan punk, yaitu protes sosial dan politik. Kedua grup ini menjadi penyambung lidah kaum muda Inggris yang frustrasi. Mulailah mereka menyuarakan protes terhadap segala ketidakadilan yang mereka lihat sehari-hari. Cuma saja pendekatan mereka berbeda, sesuai dengan latar belakang kehidupan masing-masing.

1980an

Pada tahun 1980-an, di saat era punk di Inggris datang dan pergi, di berbagai penjuru dunia mulai muncul berbagai macam band beraliran punk dan belakangan menjadi legenda setempat. Di Irlandia, misalnya, ada grup The Understones. Di Australia ada The Saints. Dan di Selandia Baru ada The Clean. Di Amerika gelombang terbaru pemusik punk AS bukan berasal dari New York, melainkan dari California. Generasi ini mendapat pengaruh yang sama besar dari The Ramones dan Sex Pistols. Tapi agak lain dengan kedua mentornya itu, mereka sangat serius menghayati prinsip-prinsip dasar punk. Bagi mereka punk bukan sekadar aliran musik, melainkan juga identitas, gaya hidup, bahkan juga gaya hidup bahkan prinsip. Di selatan LA, tepatnya di Hermosa Beach, sebuah kelompok punk metal baru bernama Black Flag bela-belain menyewa gereja sebagai tempat latihan mereka. Tempat ini selanjutnya menjadi pusat kegiatan pencinta punk setempat. Grup-grup yang lahir di sana The Circle Jerk, Social Distortion, dan Suicidal Tendencies, dan lain-lain.

Mereka lebih berhaluan keras. Penampilannya lebih brutal dan liriknya lebih radikal. Sementara di San Francisco aliran punk lebih berpolitik. Di sana muncul nama-nama macam The Avengers, The Dils, dan yang paling dominan The Dead Kennedys. Grup yang terakhir disebut tadi melancarkan protes keras terhadap berbagai hal, mulai dari kebijaksanaan pemerintah sampai fasisme. Musik mereka berada di perbatasan antara punk yang melodius dan hardcore murni. New York juga melahirkan grup-grup yang belakangan memperkaya khazanah musiknya dengan unsur lain, seperti Beastie Boys dan Sonic Youth. Dan ada juga The Misfits, yang mengungsi dari New Jersey.

Akhir 1980an - sekarang

Pada akhir tahun 1980-an benih kebangkitan generasi kedua mulai ditanam di LA. Dulu, awal dasawarsa ini, di San Fernando pernah berdiri sebuah grup band bernama Bad Religion. Bad Religion memiliki personelnya yang rata-rata sangat intelek. Saking inteleknya, lagu mereka sering memakai kata-kata yang membuat orang Amerika harus membuka kamus. Bad Religion merupakan band yang memelopori berdirinya generasi baru grup-grup punk California. Sebut saja macam Dag Nasty, Pennywise, NOFX, dan belakangan tentu saja Rancid, The Offspring, serta Green Day. Punk dan gaya hidup punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian.

5 Masa Kejayaan Punk Pop Berikut Pengusungnya Tiap Periode 

Pop punk adalah salah satu sub-genre musik rock yang paling terkenal. Genre ini telah melahirkan banyak band hebat seperti Green Day, The Ergs!, Blink-182, dan Teenage Bottlerocket. Pop punk sendiri pernah mengalami sukses di industri musik mainstream, bahkan sempat hilang beberapa saat.

Berikut ini adalah 5 era pop punk yang dirangkum dari situs AltPress. Era mana yang jadi favoritmu?

The Foundational Era
Sebelum pop punk menyusup ke mainstream lewat Blink-182 dan Green Day pada 2000an, sari pati genre ini telah lahir jauh sebelum itu. Ada Buzzcocks dan Ramones di 70-an, Descendents pada 80-an, dan pada awal 90-an, band pop punk seperti Screeching Weasel dan The Queers mulai sukses di bawah bendera Lookout! Records.

West Coast Pop-Punk (1994-1997)
1994 adalah tahunnya pop punk: Green Day merilis Dookie dan meraih sertifikat Diamond untuk penjualan lebih dari 10 juta kopi. Pada tahun yang sama, NOFX akan merilis Punk In Drublic, album mereka yang paling sukses secara komersial dan meraih Gold. Album Offspring - Smash juga rilisan besar lain di era ini. Smash menjual 6 juta kopi sampai saat ini.

The Mainstream Explosion (1998-2002)
Pada waktu tertentu di akhir 90-an / awal 2000-an, kita sering melihat Blink-182 dan Sum 41 di MTV. Yap, pop punk menginvasi TV dan kehidupan sehari-hari. Enema Of The State milik Blink-182 menjadi album yang paling sukses secara komersial pada periode ini, yakni menjual lebih dari lima juta kopi dan menginspirasi band pop punk lain. Bahkan saat Blink dan Sum 41 melemah, api era ini terus menyala kuat: Good Charlotte masuk ke chart top 40 dengan "Lifestyles Of The Rich And Famous," begitu juga dengan "I’d Do Anything" milik Simple Plan. New Found Glory dan MxPx menandatangani kontrak dengan label besar dan mulai menyeberang ke mainstream.

The Emo Invasion (2003-2007)
Pop punk beristirahat singkat sampai sekitar tahun 2004, ketika mereka mulai lepas landas lagi. Band era ini lebih terdengar ngepop. Saves The Day merilis album Stay What You Are, yang memperkenalkan perpaduan template pop-punk dan emo untuk generasi baru. Sebuah label indie California, Drive-Thru Records mengenalkan band seperti Starting Line, Something Corporate dan Senses Fail. Era ini juga merupakan awal hubungan pop-punk dengan jejaring sosial: Myspace terbukti menjadi sekutu terbesar pop punk di era ini. Tambahan, All Time Low lahir di era ini.

The Revival Era (2008-present)
Era emo pop-punk berakhir setelah band-band seperti Fall Out Boy dan Paramore jadi terlalu ngepop dan Drive-Thru menutup pintu mereka. Pop punk tidak lagi sebeken dulu, karena metalcore mulai mengambil alih skena musik. Namun sekitar tahun 2008, pop punk bangkit setelah Wonder Years, Man Overboard dan The Story So Far lahir. Genre ini mulai menarik perhatian dari label rekaman ikonik seperti Hopeless, Fearless dan bahkan Rise Records. Sekarang, seperti pop punk di tahun 90-an, ada gelombang baru band-band yang mencoba menghidupkan kembali genre: Real Friends, State Champs, Modern Baseball, Neck Deep dan Knuckle Puck adalah beberapa nama yang patut diwaspadai.

berbagai sumber

Sat

Punk | Rock/Pop | Punk | : |

Copyright @2015