Kamis, 07 Agustus 2014 07:19 WIB

Ratusan Anggota Koalisi Pemenangan Prabowo-Hatta Unjuk Rasa Di Kantor KPUD Tanjab Barat

 Ratusan Anggota Koalisi Pemenangan Prabowo-Hatta Unjuk Rasa di Kantor KPUD Tanjab Barat
Demo Koalisi Prabowo-Hatta

KUALATUNGKAL(SR28) - Banyaknya kecurangan yang terjadi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) pada tanggal 09 Juli 2014 lalu di berbagai daerah, begitu juga yang terjadi di Tanjab Barat. Kali ini ratusan orang anggota Koalisi Dukungan Prabowo-Hatta, Rabu (06/08) mendatangi Kantor KPUD Tanjab Barat.
“ Kami mendesak KPUD bersikap jujur untuk menyampaikan hasil-hasil yang terkai dengan Pilpres dan menyampaikan data-data yang tidak kami ketahui dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) tambahan, karena dari DPT tambahan tersebut, kami menduga ada DPT tambahan siluman/tidak jelas yang terjadi di saat Pilpres lalu,” ungkap Ketua DPC Gerindra Faizal Reza saat menyampaikan orasinya di halaman KPUD Tanjab Barat.
 
“ Dari data yang kami himpun, ada 9 kecamatan di Tanjab Barat yang warganya menggunakan hak pilihnya hanya bermodalkan KTP dan Kartu Keluarga (KK) bukan warga setempat. Mereka begitu bebasnya melakukan pencoblosan pada Pilpres lalu tanpa ada proses tindak lanjut dari pihak PPS (Panitia Pemungutan Suara) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) setempat saat berada di lokasi. Tindakan mereka mengindikasikan terjadinya kecurangan. Terdapat 2 ribu lebih suara yang tercatat dalam DPT tambahan yang hanya menggunakan KTP dan KK,” jelasnya.    

“ Kami dari Tim Koalisi Prabowo-Hatta juga menolak berita acara Pleno yang telah dilakukan KPUD Tanjab Barat pada bulan lalu  di Hotel Ar-Ryadh Kuala Tungkal. Kami akan mempertahankan apa yang kami perjuangkan selama ini. Bila Pilpres dilakukan dengan jujur dan adil, kami dengan fair akan mengakui bila kami kalah, tetapi tidak untuk Pilpres yang penuh kecurangan dan kejanggalan,” ujarnya.
 
“ Kami meminta agar DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) mengusut tuntas dugaan kecurangan yang dilakukan oleh para penyelenggara Pemilu. Kepada Bawaslu dan Panwaslu, kami harapkan berlaku objektif dan kepada KPUD untuk tidak melakukan pembukaan kotak suara tanpa ada perintah dari Mahkamah Konstitusi (MK). Kami mendukung penuh perjuangan Tim Prabowo-Hatta di Mahkamah Konsitusi dan saluran politik lainnya sesuai aturan yang berlaku,untuk memperjuangkan Pilpres yang jurdil,” katanya.

“ Apabila tuntutan kami tidak ditindak lanjuti, maka kami akan mendatangi Kantor KPUD Tanjab Barat dengan jumlah massa dalam skala besar-besaran,” tukasnya.  

Menanggapi peristiwa itu, Ketua KPUD Tanjab Barat Afnizal mengatakan,” Kehadiran Tim Koalisi Partai Pemenangan Prabowo-Hatta di Kantor KPUD Tanjab Barat, kami sambut dengan baik. Untuk menindak lanjuti tuntutan tersebut, kita masih menunggu satu tahapan lagi, yaitu Sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK). Pihak KPUD tidak pernah memihak pernah kepada salah satu pasangan Capres. Kita bersifat netral selama penyelenggaran Pilpres. Bila dilakukan pemilihan ulang, kita masih menunggu perintah dari KPU pusat untuk melakukan hal tersebut.”

Sab/Sat

Ratusan | Anggota | Koalisi | Pemenangan |

Copyright @2015