Jumat, 15 Agustus 2014 17:27 WIB

Sugeng Nyaris Tewas Diinjak Gajah Liar Di Kebun Karetnya

 Sugeng Nyaris Tewas Diinjak Gajah Liar Di Kebun Karetnya

MUARATEBO(SR28) - Seorang petani karet nyaris tewas diinjak seekor gajah liar di Desa Suo-Suo Kecamatan Sumay, Kamis (14/08). 

Saat itu, korban bernama Sugeng (38) hendak menghalau gajah tersebut agar berkumpul dengan gerombolan gajah lain dan menjauhi kebun miliknya. Pasalnya, gerombolan gajah tersebut sudah sering merusak kebun miliknya dan milik warga sekitar. 

Naasnya, gajah yang dihalau korban bukannya pergi dan berkumpul dengan rombongannya, tapi malah berbalik arah menyerang dan menginjak-injak korban. Akibatnya, korban mengalami luka pada bagian kepala, perut, paha, tangan kiri dan dada sebelah kanan.

“Untung masih sempat ditolong dan langsung kami larikan ke rumah sakit,” ungkap Samsul, tetangga dekat korban saat dikonfirmasi di RSUD STS Tebo.

Samsul yang mengaku menyaksikan langsung peristiwa naas tersebut mengatakan, konflik antara warga dan gerombolan gajah liar bukan yang pertama kali terjadi. Yang paling sering, gerombolan gajah datang dan merusak pondok, kebun dan tanaman warga. 

“Kalau sampai ada korban, ini yang pertama kali. Untung saja gajah yang bergading itu tidak menginjak korban sampai tewas,” tuturnya.

Menurutnya, konflik antara gajah liar dengan warga sudah sering terjadi semenjak adanya perusahaan perkebunan yang membuka hutan dalam skala besar. Akibatnya, hutan yang menjadi kawasan gajah terganggu. “Sebelumnya tidak pernah kebun kami diganggu gajah. Semenjak banyak perusahaan yang masuk, kebun kami menjadi langganan diganggu gajah,” katanya.

Yang dikhawatirkan, kata Samsul lagi, gerombolan gaja-gajah tersebut akan mengganggu pemukiman warga. Pasalnya, kebun warga yang sering dirusak gajah tersebut jaraknya hanya sekitar 1 km dari pemukiman.

Hal yang sama juga dikatakan Yahman, keluarga korban. Dia berharap kepada pemerintah agar mengurus gerombolan gajah tersebut agar tidak mengganggu kebun dan pondok milik warga. 

“Jika itu binatang dilindungi harus dirawat. Jangan dibiarkan saja, ini jadinya kebun dan warga yang diserang,” kesalnya.

Menurut Yahman, pemerintah harus menyediakan tempat atau lokasi khusus untuk merawat gajah-gajah tersebut agar keberadaannya tidak liar dan menganggu warga. 

“Dulu-dulunya tidak pernah ada gajah ke tempat kami. Makanya kami mau membuka kebun di sana. Semenjak ada perusahaan, mulai itu banyak gajah datang. Sudah seperti kerbau saja, berkeliaran kesana kemari. Kami sekarang sudah sangat resah dan jadi takut untuk ke kebun,” keluhnya.

Untuk itu, Yahman minta kepada pemerintah agar segera mengurus gajah-gajah tersebut. Jangan sampai keberadaannya terus merugikan warga banyak. 

“Jika kami bunuh, kami yang disalahkan. Sekarang lebih berguna gajah atau warga? Jika lebih berguna gajah, bunuh saja kami semua yang tinggal disana. Kami sudah siap mati. Tapi jika sama-sama berguna, tolong gajah-gajah tersebut diurus biar tidak liar,” pungkasnya. 

 

Bbe/Sat

Sugeng | Nyaris | Tewas | Diinjak |

Copyright @2015