Jumat, 16 Agustus 2013 13:52 WIB

Pertamina Tetap Berencana Naikkan Harga Elpiji 12 Kg Tahun Ini

 Pertamina Tetap Berencana Naikkan Harga Elpiji 12 Kg Tahun Ini
Tabung Elpiji 12 Kg

Menteri ESDM Jero Wacik telah menyatakan tak mengizinkan Pertamina menaikkan harga elpiji 12 kg tahun ini. Namun Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan akan berusaha agar harga elpiji 12 kg dapat naik di Oktober atau November tahun ini.

Karen mengatakan, apabila angka inflasi bulanan tidak akan lebih dari 4%. Sebelumnya pada Juli 2013, angka inflasi mencapai 3,29%, akibat kenaikan harga BBM subsidi. "Kalau inflasinya tidak lebih dari 4% kita coba, mudah-mudahan Oktober dampak inflasinya tidak besar," kata Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan saat ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (16/08/2013).

Dia menjelaskan, pihaknya akan mencoba mengusulkan ke Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk bisa menaikkan harga elpiji 12 kg, sehingga kerugian Pertamina bisa ditekan. "Mudah-mudahan nanti di Oktober-November ya. Kisaran kenaikan tergantung nanti. Kalau tidak mengizinkan harus ada kompensasi," kata Karen.

Perlu diketahui, harga elpiji 12 kg di tingkat agen saat ini adalah Rp 72 ribu/tabung atau maksimal Rp 75 ribu/tabung. Sementara untuk elpiji tabung 3 kg harganya Rp 12.500-Rp 15 ribu/tabung. Apabila harga elpiji tidak naik, Pertamina memperkirakan tahun ini akan mencetak kerugian Rp 5,5 triliun. Pertamina sudah lama mengajukan kenaikan harga elpiji 12 kg kepada pemerintah. Namun sampai saat ini pemerintah belum memberikan lampu hijau.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengakui kerugian yang dialami Pertamina terkait penjualan gas elpiji 12 kg merupakan kelemahan perusahaan. "Itu terus terang kelemahan Pertamina sebagai perusahaan dan juga kekuatan pertamina sebagai guru ekonomi nasional, emang pertamina kan perusahaan milik negara, perusahaan itu di manapun tergantung pemiliknya," kata Dahlan.
 

Pertamina | Tetap | Berencana | Naikkan |

Copyright @2015