Jumat, 10 April 2015 10:21 WIB

BPR Tanjab Barat Targetkan Dividen Rp 2 Miliar Pada Tahun 2015

BPR Tanjab Barat Targetkan Dividen Rp 2 Miliar Pada Tahun 2015
Bupati Usman Ermulan

KUALATUNGKAL(SR28) – Meskipun pernah dikabarkan hampir dilikuidasi, PD (Perusahaan Daerah) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanggo Rajo Kabupaten Tanjung Jabung Barat, malah makin menunjukkan kemandiriannya dan mampu meraup keuntungan pada tahun 2015.

“ Sebelumnya lembaga keuangan milik daerah ini selalu merugi. Bahkan mengalami penurunan laba dengan NPL mencapai 64%, sehingga berakibat hampir ditutup oleh BI. Namun sekarang bangkit. NPL bisa ditekan 0,9 % per Maret 2015, sementara pada tahun 2014, laba yang dibukukan tercatat Rp 311 juta dan meningkat lagi pada tahun ini mencapai Rp 358 juta per periode Januari-Maret 2015,” kata Direktur Utama BPR Tanggo Rajo Johnson Siagian SE dihadapan Bupati H Usman Ermulan dan sejumlah wartawan, Selasa (07/04) lalu di tempatnya bekerja. 
 
Bahkan kata Johnson, saat ini bank yang dipimpinnya merupakan bank yang terendah NPL-nya dari BPR yang ada di Provinsi Jambi, sehingga menjadi acuan  dalam menekan NPL.
“ Dengan kondisi saat ini, kami sangat optimis pada akhir tahun 2015 ini, BPR Tanggo Rajo mampu mencapai menargetkan laba bersih hingga Rp 2 miliar,” ungkap  Johnson Siagian.
 
“ Selain itu,” kata Siagian,” Hingga kini BPR Tanggo Rajo konsisten dalam membantu keuangan usaha mikro dan masyarakat pedesaan. Menggarap sektor mikro yang berkelanjutan, lebih menjanjikan ketimbang sektor makro yang terbatas.”
 
Sementara Bupati H Usman Ermulan mengatakan, sangat mengapresiasi kinerja BPR Tanggo Rajo sekarang. Di antara beberapa badan usaha milik daerah, hanya BPR Tanggo Rajo yang meraup keuntungan. Sementara yang lainnya merugi terus.
“ Manajemen bank harus baik. Pengelolaannya harus baik mulai dari hulu hingga hilirnya. Fungsi kontrol dan pengawasannya juga harus berjalan secara berkelanjutan,” ujar Bupati.
 
“ Dulu BPR ini hampir dilikuidasi, sebab rasio kredit bermasalah atau kredit macet (Non Performing Loan / NPL)-nya mencapai 44 % pada pertengahan tahun 2010, kerugiannya mencapai Rp 5,5 miliar dan bank ini sudah tidak sehat (failed-red). Pada saat itu BI merekomendasikan untuk ditutup. Saya langsung minta kepada BI agar diberi kesempatan, jangan ditutup dulu,” ungkapnya.

Bahkan kata Usman,” Saya meminta kepada BI agar menempatkan salah seorang petugas BI di BPR Tanggo Rajo untuk membantu manajemen perbankannya. Alhamdulillah direspon oleh BI dan mereka bersedia untuk melakukan pengawasan dan pendampingan rutin ke BPR kita ini.”

” Seharusnya pemberian kredit harus melalui asas analisis kredit yang baik sesuai dengan SOP serta memiliki kebijakan kredit yang terukur. Apabila pemberian kredit sesuai dengan prosedur yang benar, tentunya dapat menekan NPL itu sendiri. Saya sangat support agar BPR kita meraih untung Rp 2 miliar. Artinya bisa menyumbang ke PAD hingga ratusan juta rupiah,” tukasnya.

Sab/Sat

BPR | Tanjab | Barat | Targetkan |

Copyright @2015