Sabtu, 18 April 2015 04:43 WIB

Edarkan Bensin Baru, Pertamina Hentikan Peredaran Premium Mulai Mei

 Edarkan Bensin Baru, Pertamina Hentikan Peredaran Premium Mulai Mei

Awal Mei 2015 nanti, PT Pertamina (Persero) mulai menghentikan secara bertahap penjualan bensin dengan kadar research octane number (RON) 88 alias premium.

Sebagai gantinya, Pertamina akan meluncurkan bahan bakar bensin jenis baru dengan kisaran angka oktan antara 88 hingga 92 pada bulan depan. "Kami akan mengeluarkan produk bensin baru dengan RON 90 pada bulan depan di Jakarta, Surabaya, Semarang, dan kota besar lainnya di Jawa," kata Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang di Jakarta, Kamis (16/04/2015).

Ia mengatakan, bensin jenis baru dengan nama Pertalite itu merupakan produk transisi sebelum penghapusan premium berangka oktan 88. "Harganya tentu akan lebih mahal ketimbang premium," kata dia. Bambang belum mau membocorkan harga ataupun nama bensin produk baru tersebut. Namun, kemungkinan berkisar antara Premium 88 yang harganya Rp 7.400 per liter hingga Pertamax 92 yang harganya Rp 8.600 per liter.

Menurut Ahmad, premium hanya dijual di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di jalur angkutan umum dan pinggiran kota. Bambang menjamin, produk baru tersebut lebih halus, bertenaga, dan ramah lingkungan dibandingkan premium RON 88. "Produk ini bisa melaju lebih jauh," ujarnya.

Angka oktan bensin produk baru tersebut berada di antara Premium RON 88 dan Pertamax RON 92. Saat ini, bensin sudah merupakan komoditas nonsubsidi. Premium RON 88 dijual Pertamina dengan harga Rp 7.400 per liter di Jawa-Bali dan Rp 7.300 per liter di luar Jawa-Bali.

Sementara pertamax dijual bervariasi sesuai keekonomian berdasarkan wilayah. Di Jakarta, pertamax dijual Rp 8.600 per liter. Pemerintah menargetkan penghapusan premium berangka oktan 88 dalam dua tahun atau sampai 2017. Waktu dua tahun tersebut dianggap cukup bagi Pertamina sebagai persiapan menghadapi kompetisi dengan perusahaan lain.

kompas.com

Sat

Edarkan | Bensin | Baru, | Pertamina |

Copyright @2015