Selasa, 18 Oktober 2016 08:40 WIB

Dibilang Radikalisasi, Sekolah Di Prancis Larang Keras Siswanya Pakai Janggut

 Dibilang Radikalisasi, Sekolah di Prancis Larang Keras Siswanya Pakai Janggut
Ilustrasi

PARIS -- Seorang pelajar di Prancis (21 tahun) diancam dikeluarkan dari sekolahnya jika tak mau mencukur janggutnya. Kepala sekolah menilai memelihara janggut merupakan tanda radikalisasi.

"Kamu mencukurnya atau meninggalkan sekolah," kata kepala sekolah tersebut kepada siswanya.

Sekolah ketakutan sebab janggut dianggap sebagai tanda radikalisasi. Siswa yang diminta mencukur janggut tersebut mengatakan, ia memelihara janggut untuk alasan relijius. "Nabi Muhammad memelihara janggut jadi ini penting bagi saya," katanya tanpa mau disebutkan namanya.

Kepala sekolah saya, ujar dia, menekan saya untuk mencukur janggut saya. Bahkan akhirnya menulis surat kepadanya untuk keluar dari sekolah. Bahkan kepala sekolah memberikan cermin kepadanya untuk melihat apakah ia mau berubah pikiran dan mencukur janggutnya.

"Namun saya memutuskan tak akan mencukur janggut saya," katanya seperti dilansir RT beberapa hari lalu.

Meskipun ia mendapat tekanan dari kepala sekolah, terangnya, ia mendapatkan dukungan dari teman-teman sekolahnya. "Apalagi saya bukan satu-satunya pelajar yang memiliki janggut, pelajar dan guru lain juga ada yang punya."

Republika.co.id

Dibilang | Radikalisasi, | Sekolah | di |

Copyright @2015