Rabu, 26 Juli 2017 08:58 WIB

Lina Pilih Bungkam Lantaran Dibawah Tekanan, Sementara Febriati Ancam Turunkan Tim Gunung

 Lina Pilih Bungkam Lantaran Dibawah Tekanan, Sementara Febriati Ancam Turunkan Tim Gunung
Saksi-saksi dihadirkan dalam persidangan kemarin

SAROLANGUN(SR28) - Sidang lanjutan kasus penipuan SK tenaga kontrak, dengan terdakwa Lina Puspaningrat, Didi Sumardi (pegawai Kelurahan Aur Gading) dan Ery Juliansyah (Honorer Setda Sarolangun), dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi, di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Sarolangun, semakin manarik saja untuk diikuti.

Meski jawaban saksi Febriati (mantan Sekretaris BKP2D), tidak dibantah terdakwa Lina Puspaningrat saat sidang, namun pengakuan Lina setelah sidang berakhir, dirasa cukup mencengangkan sejumlah wartawan. Betapa tidak, Lina mengaku tak ingin membantah fakta persidangan lantaran ia di bawah tekanan.

Tekanan apa? Menurut Lina, ia terpaksa memilih bungkam lantaran ingin menyelamatkan status Pegawai Negeri Sipil (PNS)-nya, meskipun saat ini ia tersandung kasus hukum. Bahkan ia tak menampik jika dirinya pernah memberikan uang Rp 15 juta kepada Febriati.

“Memang tidak ada jaminan PNS saya dipertahankan. Tapi ibuk (Febriati, red) dan Sekda cuma untuk bantu. Tapi tidak tahu lah ke depannya,” akunya dikonfirmasi wartawan, kemarin (25/7).

Menurut dia, masih banyak yang perlu disampaikannya saat persidangan berlangsung. Sebab mulai dari pengertikan SK tenaga honorer tahun 2016 hingga penerbitan Surat Perintah Kerja (SPK) calon tenaga honorer, semuanya diurus olehnya.

“Setelah selesai semua, saya yang sodorkan kepada buk Febriati untuk dimintai tanda tangan. Tapi itu lah yang terjadi. Susah kami mau ngomong. Kita ini cuma bawahan, hanya staf biasa. Punya “kuku” apa nian mau ngelawan orang seperti itu,” bebernya menjelaskan.

Sementara, Febriati yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sarolangun, dikonfirmasi terkait pengakuan Lina Puspaningrat, justru menyangkal jika dirinya pernah menerima uang Rp 15 juta, dari hasil penipuan SK tenaga kontrak bodong.

“Itu tidak ada. Kan lah sudah diakui di sidang. Dia pun juga sudah bersumpah. Kalau aku ni lain, kalau lah emosi lain nian. Aku siap nuntut balik siap juga. Dia pun sudah mengakui, jika dia yang berbuat. Bahkan dia tadi mau minta maaf, dan nangis,” jelasnya.

Beraninya, ia juga mengamcam wartawan akan menurunkan “tim gunung” jika ada berita yang menyududkan kariernya. “Jangan berita nanti berdampak pada karier aku. Aku mau nengok, kalau berita lain bentuknya, sudah lah, tim aku turun lagi. Tim aku orang gunung tu banyak,” tuntasnya. 

Reporter: Bule Jo | Redaktur: Agus Sholihin Abar

Lina | Pilih | Bungkam | Lantaran |

Copyright @2015