Jumat, 06 April 2018 11:04 WIB

Zola: Sawit Memainkan Peran Penting Di Provinsi Jambi

 Zola: Sawit Memainkan Peran Penting Di Provinsi Jambi
M.Dianto dalam acara sosialisasi peremajaan sawit

JAMBI (SR28) -- Gubernur Jambi  Zumi Zola Zulkifli, S. TP, MA dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekda Provinsi Jambi Drs. H. M. Dianto, M. Si menyatakan bahwa salah satu komoditi perkebunan yang banyak dan telah lama diusahakan oleh masyarakat di provinsi Jambi adalah kelapa sawit dimana kondisi ini didukung oleh agroklimat yang cocok, potensi pasar dan kultur budaya masyarakat .

"Dengan demikian komunitas kelapa sawit ini memainkan peranan yang penting dan strategis di provinsi Jambi. Hal ini dapat dilihat dengan menggeliatnya perekonomian di daerah -daerah sentra perkebunan kelapa sawit yang merupakan salah satu komoditi unggulan Provinsi Jambi yang dapat menggerakkan ekonomi masyarakat" ujar Gubernur.

Pernyataan ini disampaikan pada sosialisasi Peremajaan Sawit Rakyat tahun 2018 Jambi (5/4) ,bertempat di Swiss Bel hotel. Hadir pada kesempatan ini Kadis Perkebunan Provinsi Jambi Ir. Agusrizal, Direktur Jenderal perkebunan Kementrian Pertanian RI Budi Gunadi, Bsc. M. Si, Direktur Utama BPDPKS diwakili oleh Kepala Divisi Pemungutan Biaya dan Iuran CPO Ir.  Wawan Hardiwinata, M. Sc, dan Forkompimda. 

Dilanjurkan Gubernur bahwa pelaksanaan rapat koordinasi ini memberikan arti yang sangat strategis dalam konteks pemberdayaan petani kelapa sawit karena  dengan berkelanjutan pertumbuhan kelapa sawit yang telah tua atau di atas 23 hingga 30 tahun produktivitas TBS akan sudah menurun jumlahnya, dan akan mengurangi pendapatan  petani.

"Saya mengharapkan kepada semua peserta rapat koordinasi ini agar dapat mengikuti kegiatan ini secara seksama dengan harapan semua ketentuan yang berkaitan dengan peremajaan kelapa sawit yang nantinya disampaikan  tim dari Kementerian akan secara gamblang dan  peserta yang mewakili kelompok atau kelompok tani secara jelas mendapatkan informasi" ujarnya. 

Sementara itu Sekda Provinsi Jambi H. M. Dianto, MSi dalam sesi wawancara menjelaskan bahwa perkebunan sawit telah ada di Provinsi Jambi sejak tahun 1982 dan jika dihitung jumlah luas perkebunan yang  lebih dari 63.115,24 hektar dan seharusnya  diremajakan.

"Sesuai dengan keputusan presiden nanti akan mendapatkan dukungan peremajaan itu 25 juta per hektar setelah kami di hitung  kalau petani itu mau meremajakan kebun dana tersebut tidak cukup ,dibutuhkan dana sekitar Rp 66 juta ko, dan tadi kami bicarakan dana itu bisa diperoleh dengan melakukan kerjasama dengan pihak perbankan untuk mencukupi, kelompok tani atau KUD harus lagi minjam uang ke bank mereka nanti melakukan akad kredit dengan pihak perbankan. Diharapkan nanti target dari Kementerian Pertanian khususnya Ditjen perkebunan dapat ditangkap oleh petani oleh kelompok petani atau KUD atau kelompok kita dari plasma lainnya sehingga ini dapat bergulir jadi tidak stagnan produksi dari sawit atau CPO Jambi"ungkap Sekda. 

Dilanjutkan Sekda bahwa pemerintah akan melakukan pengawasan terhadap dana tersebut. "Dana itu memang harus benar-benar sampai ke para petani ,lalu petani itu pun nanti ada persyaratan lebih khusus lagi bahwa lahan itu memang tidak bermasalah Lalu tanah yang mau dianggunkan ke bank sudah punya surat yang secara pasti dimiliki oleh petani atau tidak dalam sengketa, tidak beda kepemilikan" jelasnya.

📹 Maria 📷 Novriansyah| 📝 Agus Solihin

📧 [email protected]

COPYRIGHT © SR28 GROUP 2018

 

 

Zola: | Sawit | Memainkan | Peran |

Copyright @2015