Rabu, 11 April 2018 11:23 WIB

Naik Bus,Bisa Bayar Pakai Sampah Plastik

 Naik Bus,Bisa Bayar Pakai Sampah Plastik
Bus Kota

SURABAYA -- Memanfaatkan sampah untuk kepentingan ekonomi sudah dikenal luas di Indonesia. Kita pun familiar dengan apa yang disebut dengan bank sampah. Bahkan, hingga 2015, setidaknya ada 3.900 bank sampah yang berdiri di Tanah Air.

Konsep bank sampah adalah upaya mengubah perilaku masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, namun justru memanfaatkannya dari sisi ekonomi.

Sampah disetorkan kepada bank, lalu nilai ekonomi atau uangnya dimasukan ke rekening warga yang bersangkutan seperti lazimnya menabung di bank.

Di Indonesia bahkan ada sampah yang dimanfaatkan untuk membayar layanan kesehatan. Juga ada aktifitas sedekah sampah yang nilai ekonominya lalu dimanfaatkan untuk membangun fasilitas bagi komunitas warga.

Kini, kita disodori lagi fakta soal bagaimana memanfaatkan sampah. Warga yang ingin naik bus untuk bertransportasi dapat membayar dengan sampah plastik. Itulah inovasi yang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, 7 April 2018. Warga yang naik Bus Suroboyo cukup membayar dengan sampah.

Caranya, warga menukarkan 10 platik gelas, atau botol kecil – sedang sebanyak 5 botol, atau 3 botol ukuran besar. Nantinya, ada petugas yang akan memverifikasi untuk selanjutnya ditukar dengan tiket bus.

Pilihan lain adalah warga menukarkan sampah tersebut ke bank sampah untuk mendapatkan kartu khusus Bus Suroboyo, semacam kartu e-payment. Lalu kartu tersebut bisa di-tap ke dalam Bus Suroboyo.

Setidaknya ada dua faedah langsung terkait perilaku masyarakat, yakni, pertama, perilaku menjaga lingkungan agar bersih dan sehat. Kedua, perilaku menggunakan angkutan umum.

“Karena sampah plastik itu sangat sulit untuk diuraikan. Jadi lewat Suroboyo Bus ini, akan kami kumpulkan lalu disetorkan ke Bank Sampah. Lalu dijual, untuk didaur ulang menjadi bahan yang lebih bermanfaat,” ujar Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, seperti dikutip dari lingkarjatim.com, Sabtu, 7 April 2018.

Source: Viva

Naik | Bus,Bisa | Bayar | Pakai |

Copyright @2015