Senin, 14 Mei 2018 20:15 WIB

MUI Jambi Sikapi Soal Teror Bom Di Surabaya

  MUI Jambi Sikapi Soal Teror Bom di Surabaya
Ketua Umum MUI Jambi, H.Hadri Hasan ,MA

JAMBI (SR28) -- Pengeboman yang dilakukan oleh sekelompok orang di Surabaya pada Minggu pagi kemarin dan hari ini terus menyita perhatian publik. Salah satu organisasi yang juga mengecam keras pengeboman di Surabaya adalah Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jambi. Organisasi gabungan Ulama ini menyatakan bahwa pengeboman tersebut tidak dibenarkan dari agama manapun. 

Hal tersebut diungkapkan MUI melalui siaran pers resminya pada Minggu (13 Mei 2018). Berikut pernyataan resmi MUI Provinsi Jambi.

Dua kejadian terakhir di Bulan Mei 2018 tentang aksi teror Narapidana di Mako Brimob Kelapa Dua Depok yang memakan korban jiwa dan aksi pengeboman beberapa gereja di Surabaya pada hari minggu, 13 Mei 2018 pagi yang turut meresahkan masyarakat dan ikut mengganggu stabilitas nasional, maka dengan keprihatinan dan kekecewaan yang mendalam, maka Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jambi dan MUI Kabupaten/Kota dalam Provinsi Jambi dengan ini menyatakan sikap sebagaimana berikut :

1. Merasa kecewa dan mengutuk serta mengecam keras tindakan teror dalam bentuk apa pun dengan latar belakang dan motif serta kepentingan apa pun karena sangat mengganggu kerukunan antara umat beragama serta mengganggu stabilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tindakan tersebut telah membunuh nilai kemanusiaan dan bertentangan dengan ajaran agama mana pun.

2. Menyampaikan rasa berbelasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban atas musibah yang sedang dialami. Musibah tersebut bukan hanya duka bagi keluarga dekat korban namun merupakan duka bangsa dan duka dunia secara kemanusiaan. Oleh karena itu semoga kita semua diberi kekuatan ketabahan dan kesabaran secara dewasa terhadap ujian Tuhan yang sedang dihadapi.

3. Meminta aparat keamanan dan pihak yang berwenang lainnya untuk sesegera mungkin mengusut tuntas pelaku pengeboman beserta aktor intelektualnya sampai ke akar-akarnya. Pihak-pihak yang terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum dengan mendapatkan hukuman yang setimpal. Negara harus hadir menunjukkan eksistensinya di mata rakyat yakni memberikan/menjamin rasa aman dan tenteram kepada publik dengan tindakan preventif dan kuratif secara efektif dan efisien.

4. Mengajak kepada masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh dengan berbagai bentuk profokasi. Masyarakat harus tetap menjaga kondisi di sekitar tempat tinggalnya dengan terus bersinergi dengan pemerintah dan kekuatan sosial lainnya untuk tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan berkehidupan dalam rangka menjaga keutuhan NKRI tercinta.

Demikian, pernyataan ini disampaikan. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa merahmati semua ikhtiar anak bangsa untuk mencegah dan memulihkan terjadinya berbagai aksi anarkis dan teror yang akhir-akhir ini kerap dialami bangsa Indonesia. Semoga Indonesia tetap aman, damai, tentram dan bebas dari paham-paham atau ideologi yang bertentangan dengan falsafah pancasila dan semangat Undang-Undang Dasar 1945. 

Jambi, 27 Sya’ban 1439 H

13 Mei 2018

Ketua Umum            

Dr. H. Hadri Hasan, MA. 

Sekretaris Umum

Drs. H. M. Yusuf Muaz

📹 M.Sidik | 📝 Agus Solihin

📧 [email protected]

COPYRIGHT © SR28 GROUP 2018

MUI | Jambi | Sikapi | Soal |

Copyright @2015