Senin, 04 Juni 2018 15:58 WIB

KPUM Unja: Hasil Penetapan Akan Segera Dibawa Ke Langkah Selanjutnya

 KPUM Unja: Hasil Penetapan Akan Segera dibawa ke Langkah Selanjutnya
Kampus UNJA Mendalo, Muaro Jambi

MUARO JAMBI (SR28) -- Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Universitas Jambi (KPUM UNJA) yang sejak awal telah dipercaya sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas pelaksanaan Pemilihan Raya (Pemira) 2018 telah menggelar rapat pleno mengenai penetapan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa serta Gubernur dan Wakil Gubernur di beberapa Fakultas yang tengah selesai melaksanakan Pemira dibulan april lalu.

Dengan demikian, Nurul Iman selaku ketua KPUM 2018 yang terpilih mengatakan bahwa hasil keputusan yang telah digelar hari Jumat, 1 Juli 2018 di Gedung G FIB akan segera diproses.

“Kemarin kita membahas penetapan Presiden dan Wakil Presiden, dan beberapa Gubernur dan wakil Gubernur untuk segera kita bawa ke dalam langkah selanjutnya. Jika tidak ada halangan kita akan segera mengadap Wakil Rektor 3 bagian kemahasiswaan dan alumni (WR3) Unja untuk membahas bagaimana mekanisme pelantikan yang sudah kita tetapkan,” jelas Iman yang merupakan mahasiswa pertanian Unja.

Dirinya juga menambahkan langkah ini diambil atas dasar keputusan internal KPUM yang melibat semua ketua koordinasi dibawah pimpinannya kecuali CO Verifikasi yang selama ini tidak mengerti terhadap beberapa keputusannya yang dianggapnya merugikan KPUM 2018 di bawah kepemimpinannya.

“Saya tidak tahu ya kenapa CO verifikasi selalu bertentangan terhadap pengambilan keputusan, termasuk sikapnya yang membenarkan dan sempat meluluskan salah satu calon yang diputuskan gagal naik sebagai Capres dan Cawapres kemarin yang jelas-jelas melanggar peraturan waktu pendaftaran dan perbaikan administrasi calon,” tambah Nurul Iman..

Ia juga mengatakan bahwa kepemimpinannya jelas dan telah mendapatkan Surat Keputusan SK yang dikeluarkan langsung oleh Rektor Unja, Prof. Johni Najwan, S.H., M.H., Ph.D. Sebagai lembaga yang diberi mandat untuk menjalankan pesta demokrasi mahasiswa Pemira 2018.

Pernyataan yang sama juga dilontarkan oleh Wakil Ketua KPUM, Nopri Yanto yang memang pada saat penetapan kemarin beliau mendampingan Ketuanya. Beliau beranggapan bahwa hal ini adalah suatu hal yang memang harus segera diambil keputusannya agar masalah ini tidak terlalu lama berlarut-larut.

“Bagaimana juga langkah ini harus tetap diambil, ditengah tuduhan atau sangkaan buruk yang terus menimpa KPUM, dari awal kami memang sudah punya niat melakukan penetapan, terlepas dari salah dan benar,” tuturnya saat ditemui di Fakultas Ilmu Budaya lantai II.

Dengan begitu saat ditanya mengenai informasi bahwa KPUM tidak becus melaksankan tuganya beliau beranggapan bahwa KPUM Unja 2018 telah melaksanakan tugas yang diberikan oleh temen-temen mahasiswa dengan baik dan sungguh-sungguh.

“Kesalahan kecil itu pasti ada ya, karena di lembaga KPUM kampus ini sebagai ranah kita berproses menjadi baik, dan membelajari kesalahan-kesalahan yang telah ada dan yang telah lalu, serta segera melakukan pembenahan,” jelan mahasiswa FIB angakatn 2014 tersebut.

Beliau juga menuturkan bahwa KPUM Unja tidak bisa disamakan dengan kinerja konstitusi yang ada di dalam KPU Negara Indonesia, karena hal tersebut jelas sangat berbeda.

“Sekelas lembaga Negara pun punya kesalahan, harapannya kritik yang dilayangkan ke KPUM adalah suatu langkah yang memberikan masukkan yang akan terus kita benahi untuk KPUM sekarang maupun yang akan datang. Bukan kritik yang mematikan langkah KPUM atau pihak tertentu” tegasnya.

📹 M.Sidik | 📝 Agus Solihin

📧 [email protected]

COPYRIGHT © SR28 GROUP 2018

 

KPUM | Unja: | Hasil | Penetapan |

Copyright @2015