Jumat, 03 Agustus 2018 17:40 WIB

Ternyata Ini Makna Dibalik Obor Asian Games 2018

 Ternyata Ini Makna Dibalik Obor Asian Games 2018
Obor Asian Games 2018

JAKARTA -- Asian Games tahun 2018 rencananya akan dibuka pada tanggal 18 Agustus 2018 di Stadiun Glora Bung Karno Jakarta. Tidak tanggung-tangung Inasgoc selaku panitia menargetkan miliran penonton diseluruh dunia pada pembukaan Asian Games mandatang.

Pada seremoni pembukaan pergelaran olahraga hal yang menarik dan ditunggu adalah atraksi penyalaan api obor. Api obor adalah merupakan lambang dari semangat olahraga. Pada pergelaran Asian Games 2018 terdapat fakta menarik tentang api obor yang akan digunakan di pembukaan acara tersebut.

Menuju pesta olahraga Asian Games 2018, Inasgoc akan mengadakan tradisi torch relay atau kirab obor. Kirab obor Asian Games 2018 ini akan melewati dua negara India dan 54 kota di Indonesia. Api tersebut dibawa mantan atlet bulu tangkis Susy Susanti yang bertindak Torch Ambasador Asian Games 2018.

Api obor Asian Games 2108 sengaja didatangkan dari India. Hal tersebut dilakukan karena India merupakan tuan rumah Asian Games untuk pertama kalinya pada tahun 1951. Api ini diambil dari lokasi api abadi Asian Games di India, yaitu Stadion Nasional Dhyan Chand di New Delhi, tempat Asian Games pertama kali digelar di India.

Api sengaja didatangkan dari sumber api abadi dari India sebagai lambang semangat yang terus menyala untuk menjaga kebersamaan dan persahabatan serta semangat untuk berprestasi.

Api abadi dari India itu dibawa dengan perlakuan khusus dan tak boleh padam hingga tiba di Indonesia. Api dibawa dengan pesawat Boeing 737 400 milik TNI AU dan dikawal Lima pesawat tempur T-50 Golden Eagle milik TNI AU. Api dibawa di dalam alat yang disebut tinder box yang berbahan bakar gas.

"Setiap kali habis, bahan bakar diisi kembali agar api tidak mati" tutur Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna saat jumpa pers di Museum Pusat Angkatan Udara Mandala, Yogyakarta.

Sesampianya di tanah air, Api obor tersebut akan diinapkan semalam di kawasan Museum Dirgantara landasan udara Adisutjipto, lalu esoknya akan diinapkan semalan lagi di Pagelaran Komplek Keraton Yogyakarta. Api yang dibawa dalam bentuk tinder tersebut nantinya akan disatukan di Candi Prambanan dengan api abadi Mrapen, sebelum sampai di Gelora Bung Karno 18 Agustus 2018 saat ceremony pembukaaan Asian game.

Obor yang nantinya akan dibawa para pelari untuk kirab obor. Hal tersebut memiliki ciri khas dan makna yang nasionalis. Lebih lanjut ketua Inasgoc, Erick Thohir, mengatakan pembuatan obor itu memadukan dua alat tradisional untuk beladiri  yaitu golok dari Betawi dan Skin yang berasal dari Jakarta dan Palembang.

Erick juga menegaskan bahwa perpaduan alat beladiri tradisional pada obor Asian Games 2018 adalah penggambaran dari bersatunya ragam budaya di Indonesia untuk satu tujuan. Selain itu, kedua alat beladiri tradisional tersebut juga merupakan simbol dari nilai dan tingkat keberadaan seseorang di masyarakat.

"Golok dimaksudkan agar selalu dijaga, diasah ketajamannya untuk selalu tampil bersinar dan melahirkan semangat yang berkobar" tutup Erick.

Di sisi desain, Obor Asian Games 2018 dirancang khusus tim desain Inasgoc dengan lebar 35-90 mm. Berat kosong obor ini kira-kira 1600 gr dan 1725 gr apabila terisi penuh bahan bakar. Obor yang didominasi warna perak ini memiliki tinggi 600 mm dan menggunakan bahan bakar propane gas untuk menjaga api tetap menyala. Ditambahkan elemen grafis dari logo Asian Games 2018 untuk menambah unsur estetika di obor yang menjadi lambang pemersatu dari dua bentuk alat beladiri tradisional tersebut.

Ternyata | Ini | Makna | Dibalik |

Copyright @2015