Selasa, 09 Oktober 2018 11:13 WIB

Saat Pencalonan Zola, Sang Ayah Bantu Minta Dana Ke Kontraktor

 Saat Pencalonan Zola, Sang Ayah Bantu Minta Dana ke Kontraktor
Zumi Zola

JAKARTA -- Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemprov Jambi yang juga kontraktor Adi Varial mengaku pernah diminta uang sebesar Rp 3 miliar oleh mantan Gubernur Jambi, Zulkifli Nurdin. Adi yang kerap menjadi rekanan Pemprov Jambi itu mengungkapkan, uang itu dipergunakan Zulkifli untuk pencalonan anaknya, Zumi Zola dalam Pemilihan Gubernur Jambi. Pengakuan ini disampaikan Adi Varial saat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan perkara dugaan gratifikasi dengan terdakwa Zumi Zola di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/10).

"Pada 2015, saat mau dekat Pilkada, saya ketemu Pak Zulkifli Nurdin. Dia dulu atasan saya sebagai gubernur. Dia bilang, tolong dibantu anak saya mau ikut pilgub," kata Adi.

Kepada Zulkifli, Adi berjanji bakal membantu jika uangnya sudah ada. Adi pun menghubungi Alitonang alias Abui dan Diki Nander, temannya sesama kontraktor. Abui membantu dengan memberikan uang Rp 1,5 miliar, sementara Diki memberikan Rp 1 miliar. Adi pun melengkapi permintaan Rp 3 miliar itu dengan merogoh koceknya sendiri sebesar Rp 500 juta.

"Setelah terkumpul, saya serahkan ke Pak Zulkifli untuk keperluan Beliau (Zumi Zola)," tuturnya.

Adi mengaku menerima uang sebesar Rp 1,5 miliar dari kontraktor lainnya, Joe Fandy Yoesman alias Asiang setelah Zumi terpilih sebagai gubernur. Kepada Adi, Asiang menyebut uang itu sebagai pengembalian dari Zulkifli Nurdin.

"Malam itu Pak Asiang telepon, ini uang kamu dipulangin. Saya ambil uangnya Rp 1,5 miliar. Sisanya, beberapa minggu kemudian oleh Pak Jefri Hendri orangnya Pak Zulkifli Nurdin Rp 1,5 miliar," kata Adi.

Dalam persidangan ini juga terungkap pencalonan Zumi Zola sebagai Gubernur Jambi dibantu oleh sejumlah pengusaha. Bahkan, terdapat sejumlah kontraktor yang masuk dalam timses Zumi Zola. Hal ini salah satunya diungkapkan, seorang kontraktor bernama Endria Putra yang juga dihadirkan sebagai saksi.

"Lumayan banyak kontraktor yang jadi tim sukses, hampir semua," kata Endria kepada majelis hakim.

Diungkapkan Endria, hampir semua kontraktor bermain di dua kaki. Untuk melakukan pendekatan dengan pejabat di pemerintahan, para kontraktor menaruh dukungan sejak dalam putaran kampanye hingga pemilihan gubernur. Bahkan, sejumlah asosiasi pengusaha juga ikut menjadi timses dan memberikan dukungan kepada Zumi Zola. Sebagian lainnya bergabung dalam tim pemenangan. Diakui Endria, sejumlah kontraktor yang mendukung Zumi, mendapat pekerjaan dan menjadi rekanan kedianasan di Pemprov Jambi.

"Itu rata-rata semua dapat proyek. Tim atau tidak, itu sudah bercampur aduk," ungkapnya.

Diketahui, Zumi Zola didakwa menerima gratifikasi sebesar lebih dari Rp 40 miliar. Zumi juga didakwa menerima US$ 177.000 dan Sin$ 100.000 serta menerima satu unit Toyota Alphard. Gratifikasi ini diterima Zumi Zola dari sejumlah rekanan dan konsultan proyek infrastruktur yang kerap menggarap proyek di lingkungam Pemerintah Provinsi Jambi. 

Sumber: Beritasatu

Saat | Pencalonan | Zola, | Sang |

Copyright @2015