Jumat, 09 November 2018 10:45 WIB

Mengenal Tradisi Nazar Di Masjid Tua Beuracan Di Pidie Jaya Aceh

 Mengenal Tradisi Nazar di Masjid Tua Beuracan di Pidie Jaya Aceh
Tradisi Nazar di Masjid Tua Beuracan

ACEH - Ada kebiasaan unik masyarakat di kecamatan Meredu, Pidie Jaya, Aceh. Setiap hari Senin dan Kamis. Mereka berdatangan ke masjid tua Beuracan, untuk melaksanakan nazarnya. Biasannya mereka membawa sedekah sebagai syarat nazarnya masing-masing.

Kebanyakan yang datang sih rata-rata ibu-ibu disini membasuhi, atau memandikan anaknya dengan air yang diambil dari guci yang dikeramatkan. Dan berdoa kepada Tuhan agar niatnya terkabul.

Anak dimandikan di pelataran masjid, oleh pengurus masjid, setelah di lakukan ijab qobul. Dengan menggunakan gayung, sang anak kemudian diguyur air dari guci, sebanyak 3 kali semoga cepat sembuh ya nak, dan gak rewel lagi. 

Para petani yang bernazar biasanya membawah gabah atau beras sebagai syarat dari nazarnya. jika dikumpulkan, hasilnya lumayan banyak. beras atau gabahnya kemudian dijual, uangnya untuk memakmurkanmasjid sahabat..

Jika ada yang bernazar kambing, biasanya ia akan mengatakan kepada pengurus masjid peruntukan kambingnya. jika diserahkan untuk masjid, kambing akan dijual, dan uangnya masuk ke kas masjid. tapi jika diminta disembelih, daging kambingnya akan dimasak, dan dibagi-bagikan pada warga sekitar.                        

Kambing yang sudah disembelih, di masak di area masjid yang menjadi dapur umum. umumnya sih, daging kambing akan diolah menjadi gulai kari kambing,dengan bumbu rempah yang banyak, dan bercita rasa kuat.

Uniknya tanpa diminta, orang akan berdatangan ke masjid. soalnya asap yang mengebul dari arah masjid sudah menjadi pertanda, ada kegiatan memasak gulai. banyak yang datang membantu, atau sekedar ingin mencicipi gulai kari kambing.enak sih.                                                                                                      

Menjelang dzuhur, gulai kari kambing pun matang. jemaah masjid kemudian berkumpul di balai pertemuan, untuk menikmati gulai bersama-sama. gulaipun dibagikan oleh petugas masak. tidak disediakan sendok dan garpu ya untuk menikmatinya sahabat.cukup dengan tangan saja.duh,sedapnya.

Jika azan dzuhur mulai berkumandang, menjadi pertanda bahwa kegiatan makan bersama harus sudah selesai. wargapun lalu bersegera mengambil wudhu, untuk melaksanakan sholat dzuhur.

Wah indahnya, adat dan tradisi yang ada di masjid beuracan ini ya.

Mengenal | Tradisi | Nazar | di |

Copyright @2015