Rabu, 14 November 2018 14:50 WIB

Mempertahanankan Tradisi Membatik Di Kabupaten Ngawi

 Mempertahanankan Tradisi Membatik di Kabupaten Ngawi
Batik Ngawi

NGAWI - Banyu biru tak cuma tenar dengan kebo-kebonya. Batiknyapun, istimewa. Maklum saja,  Desa Banyubiru termasuk daerah pengrajin Batik tertua di kabupaten Ngawi. Sentra batik Ngawi, tepatnya ada di dusun Sukerejo.

Produksi batik, sudah sejak tahun 1920. Awalnya dibuat untuk memenuhi kebutuhan batik, pihak kraton Kasunanan solo, dan Jogjakarta.gak heran,motif yang dominan dari Sukerojo,adalah motif  Mataram kuno, Sidomukti.

Proses membatiknya sih nyaris tidak ada bedanya dengan di tempat lain. Tapi uniknya, para pembatik Sukurejo, mahir pula membuat malam. Sebagai bahan untuk membatik.

Malam ada dua jenis. Malam kuning untuk membatik, dan malam coklat untuk melorotkan batiknya. Kita belajar membuat malam kuning ya. Bahanya adalah kerak, dari sisa pembuatan malam sbelum. Dengan tambahan parafin putih.

Nah bahan awal membuat malam sebenarnya adalah lempengan gandasuri, yang di rebus bersama parafin. Namun hasilnya kurang baik jika langsung untuk membatik. Nah, kerak dari hasil pembuatan malam yang di beri parafin putih, justru yang terbaik. tidak mudah menggumpal,dan membuat kain menjadi mengilap.

Proses membuatnya sederhana. Kerak malam dan parafin di rebus hingga meleleh. Baru di cetak dalam Ember,. Membuat malam,biasanya memang dalam porsi besar. Gak Cuma untuk memenuhi kebutuhan pribadi, malam juga di jual Rp 30.000 perkilonya.

Malam sudah dingin tinggal di cetak ke dalam ember. Biarkan hingga menjadi padat. Sekitar 5 hingga 6 jam sampai kering, dan siap untuk di gunakan.

Membati sudah mendarah daging bagi dusun Sukerejo. Batik memiliki filosofi kalem,tenang, dan penuh kreatifitas. Sebagai gambaran dari perilaku wanita mataram jaman dulu. Kain dasaran untuk membatik adalah kain mori.tehnik yang di gunakan untuk membuat polanya, dengan cara mulo, blad, atau menjiplak.

Motif yang ingin di batik di gambar dulu pada kertas kalkir. Kemudian, letakkan pada papan kaca yang di beri lampu. Taruh kain mori di atasnya. Nyalakn lampu. Nampak deh motifnya. Tinggal di gambar saja....mengikuti pola di atas mori.

Jika proses blad atau menjiplak motif sudah selesai, lanjut membatiknya. Dengan menggunakan canting yang berisi malam. Kualitas malam akan terlihat ketika menggunakan canting. Jika malam jelek, malam akan cepat mengendap didalam canting. Susah keluarnya. Terganggu dong proses membatiknya.

Nah, jika malamnya terlalu tebal, sebaiknya leletkan dulu pada karung sebagai alas untuk membatik. Jadi kain batik nya tetap bersih. Motif juga menjadi kekhasan dari batik ngawi adalah motif bambu, manusia Purba, dan benteng....semuanya bagus-bagus, cocok untuk koleksi.

Mempertahankan tradisi membatik di kabupaten Ngawi, telah dibuka kelas membatik bagi kalangan Pelajar. Pastinya seru banget dong...mengenal dan ikut menjaga, warisan budaya, kebanggaan Indonesia. Salut deh!

Mempertahanankan | Tradisi | Membatik | di |

Copyright @2015