Sabtu, 12 Januari 2019 16:29 WIB

Bupati Pandeglang Mengaku Khilaf Dan Minta Maaf Soal Rambu Evakuasi

 Bupati Pandeglang Mengaku Khilaf Dan Minta Maaf Soal Rambu Evakuasi

PANDEGLANG - Sejumlah tempat wisata di Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi salah satu wilayah terdampak tsunami Selat Sunda. Bupati Pandeglang Irna Narulita meminta ke depannya pengelola wisata dan penginapan di lokasi rawan bencana untuk memasang rambu evakuasi untuk meminimalisir korban jika terjadi bencana.

“Kami mohon maaf memang di sini kami juga dari kekhilafan kami, kami akan segera tertibkan. Agar pengelola wisata sampai homestay, wajib hukumnya ada rambu evakuasi,” kata Irna di Tanjung Lesung, Pandeglang , Banten, Sabtu (12/1).

"Jadi harus juga ada pamflet, harus ada tempat informasi dari pengelola, di tempel di resepsionis agar mereka (wisatawan) tahu letak jalur evakuasi,” ucapnya.

Irna juga meminta penyedia jasa wisata maupun pengusaha penginapan untuk membangun kembali properti masing-masing dengan struktur bangunan yang lebih kokoh. Sehingga dapat mencegah terjadinya kerusakan yang berlebih.

Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Bernardus Wisnu Widjaja sebelumnya mengatakan penginapan yang berada di zona merah seperti di Tanjung Lesung tidak boleh menggunakan lantai 1 sebagai tempat bermalam. Penginapan harus menggunakan lantai 2 dan selebihnya ke atas demi keamanan saat tsunami terjadi.

Selain itu, ia juga menyarankan agar tempat tersebut membangun parkiran vertikal lebih dari empat lantai. Fasilitas itu nantinya bisa digunakan untuk tempat evakuasi pengunjung.

“Enggak perlu eksklusif sebagai tempat evakuasi, nanti malah tidak terpakai. Jadi yang multipurpose,” kata Wisnu.

Source  : Kumparan

 

Bupati | Pandeglang | Mengaku | Khilaf |

Copyright @2015