Kamis, 17 Januari 2019 10:31 WIB

Kisah Mashka, Si Beruang Kesepian Yang Ditolak Di Kampungnya

 Kisah Mashka, Si Beruang Kesepian Yang Ditolak Di Kampungnya

RUSIA - Warga Rusia mengumpulkan uang untuk menerbangkan seekor anak beruang dari satu ujung negeri ke ujung lainnya agar ia dapat memulai hidup baru setelah orang tuanya dibunuh para pemburu liar.

Penduduk Desa Malka di Semenanjung Kamchatka, timur jauh Rusia, menemukan anak beruang berumur 10 bulan yang kelaparan sedang terlunta-lunta menyusuri jalan-jalan di desa mereka yang membeku bulan lalu.

Sesudah berhasil dibujuk untuk masuk ke sebuah tempat penampungan oleh para relawan setempat, barulah didapati bahwa beruang malang itu beratnya setengah dari berat normal anak-anak beruang sebayanya.

Berat normal anak beruang seumurannya sekitar 50 kg, namun berat beruang itu hanya sekitar 25 kg, tulis surat kabar Komsomolskaya Pravda.

Warga desa Malka lalu memberikan nama Mashka pada anak beruang itu. Mereka juga memberi makan beruang itu dengan ikan.

Mereka kemudian mulai mencari habitat baru baginya - setelah para pelacak di sana memastikan bahwa ibunya sudah mati. Tapi, hal ini ternyata lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.

Kebun binatang lokal di Yelizovo hanya dapat menawarkan penampungan sementara bagi Mashka karena mereka sudah punya beruang cokelat bernama Kamchatka.

Mereka tidak punya tempat lain untuk jenis beruang yang pertumbuhannya sangat cepat- yang merupakan sub-spesies terbesar di Eurasia- itu.

Sayangnya, cagar alam juga menolaknya, karena anak binatang yang sudah terbiasa dengan manusia akan rentan terhadap predator, dan Mashka sudah kehilangan ibunya sebelum dia bisa belajar menangkap ikan sendiri, lapor surat kabar itu pula.

Tetapi akhirnya penyelamat Mashka bersyukur, karena ada Pusat Rehabilitasi Hewan Feniks di Kaluga, di barat negara itu, yang mengulurkan tangan.

Masalahnya, jaraknya luar biasa jauh, dari ujung ke ujung, dan ongkos penerbangan beruang kecil ini juga jauh dari murah.

Maka Veronika Matyushina, direktur Feniks Center, membuat akun Facebook bagi Mashka untuk menggalang dana yang diperlukan, sebesar 220.000 rubel (Sekitar Rp40 juta).

Kisah ini mengetuk hati warga Rusia: berbagai saluran TV, tabloid, dan bahkan surat kabar pemerintah, Rossiyskaya Gazeta, ambil bagian untuk memperjuangkan nasib Mashka. Sehingga kampanye pengumpulan dana itu bisa mencapai target dengan cepat.

"Halo! Karcis saya untuk pesawat terbang dengan sayap perak sudah siap. Terima kasih untuk semua yang telah membantu saya sampai ke Feniks Center," kata akun Mashka, seraya menambahkan bahwa ia akan tiba di rumah barunya pada 22 Januari.

Beruang adalah binatang sangat disukai dalam budaya Rusia, dan liputan media tentang kisah Marshka tentu saja berperan pada bangkitnya keharuan pada nasib Mashka, tetapi Feniks Center menekankan bahwa si kecil itu "bukan beruang kartun - dia adalah binatang yang serius".

"Kami menyadari tanggung jawab besar yang kami pikul, dan akan melakukan semua yang kami bisa untuk merawatnya dan menjamin keselamatannya dan keselamatan orang lain, saat kami mempersiapkan Mashka untuk hidup barunya di antara manusia," kata Veronika Matyushina, direktur Feniks Center, di Facebook.

Dia juga menegaskan bahwa semakin banyak pemburu liar membunuh beruang dewasa, semakin banyak anak beruang yang terlunta-lunta dan kelaparan yang akan berkeliaran ke kota-kota untuk mencari makanan.

Di musim dingin ini telah terjadi sejumlah serangan beruang di Kamchatka, sampai-sampai jaksa penuntut setempat menyerukan pihak berwenang bertindak untuk melindungi masyarakat.

Komsomolskaya Pravda merangkum suasana umum di Mashka dengan menulis, "orang yang tidak manusiawi meninggalkan (Mashka) untuk mati, tetapi orang-orang baik mengirim uang mereka untuk menyelamatkannya dari kelaparan".

Source : Detik.com 

Kisah | Mashka, | Si | Beruang |

Copyright @2015