Sabtu, 26 Januari 2019 11:13 WIB

80% Anak Indonesia Kurang Asupan DHA Dan Omega 3

 80% Anak Indonesia Kurang Asupan DHA dan Omega 3

Penelitian yang dimuat di British Journal of Nutrition (2016) berjudul Intake of essential fatty acids in Indonesia children: secondary analysis of data from a nationally representative survey” cukup membuat tercengang. Hasil penelitian itu menemukan bahwa 8 dari 10 anak usia sekolah Indonesia berumur 4-12 tahun kekurangan nutrisi otak sebab hanya mendapatkan sedikit asupan asam lemak esesial (Essential Fatty Acid) khususnya asupan DHA dan Omega 3. Asam Lemak Esensial (EFA) sendiri merupakan kelompok asam lemak yang penting bagi kesehatan manusia dan harus tercukupi dari asupan makanan.

Guru Besar IPB Prof Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS yang turut serta pada penelitian tersebut, mengatakan kurangnya asupan asam lemak esesial khususnya DHA harus menjadi perhatian bersama karena zat tersebut penting dan krusial untuk mempengaruhi kondisi fisik dan kepintaran anak.

Ahmad Sulaeman menyatakan bahwa jika DHA dan Omega 3 sangat bermanfaat dalam perkembangan sistem saraf, pembentukan membran sel sehat, dan produksi hormon seperti yang bertanggung jawab dalam mengatur tekanan darah, viskositas darah, vasokonstriksi, serta respons imun dan inflamasi.

"Kekurangan Omega 3 dan DHA sangatlah berbahaya. Karena hal itu bisa berdampak pada masa depan anak diantaranya anak kurang pintar, tumbuh tak sempurna, kekebalan tubuh melemah, kulit mengalami kekeringan, pandangan kabur, hingga perubahan emosi yang bisa membuat prestasi anak di sekolah menurun," ujar Ahmad Sulaeman di Jakarta, Jumat (25/1).

Dijelaskannya, pemenuhan gizi, terutama makanan dengan kandungan Omega 3 dan DHA yang cukup dapat mempengaruhi masa depan bangsa Indonesia dan anak-anak kita saat dewasa kelak.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2013 Tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia dalam per harinya untuk anak berusia 4-9 tahun harus mengkonsumsi Omega 3 sebesar 0,9 gram. Sedangkan mereka yang berusia 10-12 tahun untuk laki-laki sebesar 1,2 gram dan perempuan sebesar 1,0 gram.

"Untuk DHA, per harinya setiap anak harus mendapatkan asupan sebesar 100-118 mg," katanya.

Fakta bahwa 8 dari 10 anak Indonesia kekurangan DHA patut menjadi keprihatinan bersama dan upaya untuk memenuhi kebutuhan DHA dalam makanan anak harus menjadi prioritas orang tua dan keluarga Indonesia. DHA masih diperlukan walau anak telah berusia lebih dari 2 tahun.

"Baik DHA maupun EPA yang merupakan Omega 3 paling banyak didapatkan dari ikan, seperti ikan salmon dan lemuru alias sardin. Dengan anjuran porsi untuk anak EPA 100-118 mg/hari dan DHA 100-118 mg/hari. Hal ini berdasarkan rekomendasi dari FAO dan WHO," tambahnya.

Peringatan Hari Gizi Nasional yang jatuh pada hari ini, 25 Januari harus dijadikan momentum untuk mulai menyadari pentingnya asupan DHA dan Omega 3 untuk anak melalui peningkatan konsumsi makanan kaya asupan asam lemak esensial termasuk susu pertumbuhan yang mengandung DHA.

Source : BeritaSatu.com

80% | Anak | Indonesia | Kurang |

Copyright @2015