Rabu, 30 Januari 2019 12:20 WIB

Fachrori Umar : Pemprov Jambi Dukung Restorasi Ekosistem Gambut

 Fachrori Umar : Pemprov Jambi Dukung Restorasi Ekosistem Gambut

JAKARTA (SR28) - Saat menghadiri tiga tahun Restorasi Gambut, Selasa (29/1/2019) di auditorium Manggala Wanabakti , Jakarta, Plt.Gubernur Jambi, H.Fachrori Umar, menegaskan, bahwa Pemprov Jambi akan tetap berkomitmen dalam meningkatkan kinerja restorasi ekosistem gambut.

Peringatan Tiga Tahun Restorasi Gambut bertema “Gotong Royong Jaga Gambut “, acara ini digelar Badan Restorasi Gambut (BRG) bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Peringatan tersebut juga dihadiri perwakilan Kementerian, perwakilan tujuh pemerintah provinsi dan kabupaten di wilayah prioritas restorasi ekosistem gambut, akademisi, petani gambut, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang telah mendukung restorasi ekosistem gambut.

Provinsi Jambi menurut H Fachrori umar harus mempersiapkan diri dalam menghadapi musim kemarau tahun 2019 ini.

“Di Jambi saat ini, telah terbaca ada tiga titik api, walau belum membahayakan, tapi harus tetap diwaspadai karena diperkirakan musim kemarau tahun ini akan lebih panjang, tegas Fachrori.

Dikatakannya, berdasarkan pengalaman yang sudah, kita tidak boleh lengah dan akan terus bersinergi dengan semua pihak baik Pemerintah, TNI/Polri, Akademisi, LSM, perusahaan dan masyarakat desa yang sangat aktif dalam mensosialisasikan tentang pencegahan Karhutla, kita akan bekerja sesuai aturan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala BRG, Ir.Nazir Foead, M.Sc, menegaskan, acara peringatan tiga tahun restorasi gambut ini juga dimaksudkan untuk memantapkan komitmen para pihak dalam meningkatkan kinerja restorasi ekosistem gambut.

”Hasil yang dicapai dalam tiga tahun ini ikut berkontribusi dalam mengurangi kebakaran hutan dan lahan secara signifikan, titik panas yang kami identifikasi dalam radius dua kilo meter dari lokasi infrastruktur pembasahan gambut sangat kecil yaitu di bawah 10% . Meskipun kami sadar tugas ini masih panjang dan membutuhkan kerja keras, untuk mencapai hasil yang diinginkan di tahun 2020” jelas Kepala BRG.

Selama tiga tahun terakhir, BRG bersama KLHK, Kementerian PUPR, TNI/Polri, Pemda, Perguruan Tinggi masyarakat dan LSM bergotong royong membasahi 679.901 hektare areal target restorasl ekosistem gambut yang berada di luar wilayah konsesi.

Sebagai upaya pencegahan dini, terhadap kekeringan gambut, BRG memperkenalkan SIPAGALA atau Sistem Pemantau Air Lahan Gambut. Sistem ini memungkinkan dapat memantau tinggi muka air.

Reporter: Maria
Foto: Mulyadi

Fachrori | Umar | : | Pemprov |

Copyright @2015