Selasa, 12 Pebruari 2019 10:08 WIB

Warga Beberkan Peningkatan Jalan Senyerang-Tebing Tinggi Yang Diduga Asal Jadi

 Warga Beberkan Peningkatan Jalan Senyerang-Tebing Tinggi yang Diduga Asal Jadi
Peningkatan Jalan Senyerang-Tebing Tinggi

KUALA TUNGKAL (SR28) - Peningkatan jalan Senyerang-Sungai Rambai-Tebing Tinggi di Tanjab Barat yang dikerjakan oleh PT. Tanjung Jaya Permai dengan konsultan CV. Atipa Cipta Rencana diduga asal jadi.

Pasalnya, peningkatan jalan yang dikerjakan dengan Dana APBD Provinsi TA 2018 lalu tersebut baru dikerjakan dalam hitungan bulan namun sudah tampak berlobang.

Warga sekitar mengatakan peningkatan jalan tersebut sudah dua kali dilakukan sejak Zumi Zola menjabat sebagai gubernur Jambi di tahun 2017 lalu. Namun warga melihat hasilnya tidak pernah maksimal.

"Sekarang sudah ada yang berlobang padahal jalan itu baru dibangun dan bahkan jalan senyerang ini juga dua kali dikerjakan beturut-turut dimana jalan itu tahun Anggaran 2107 dimasa jabatan Gubernur Zumi Zola sudah pernah dilakukan peningkatan dan tahun 2018 ini dikerjakan lagi tapi hasilnya tidak maksimal diduga asal jadi" ujar Marhat, warga sekitar saat ditemui SR28, Senin (11/2/2019).

Marhat juga menyebutkan peningkatan jalan dengan dana Rp9 Miliar itu hasilnya tidak memuaskan. Bahkan Marhat menyebut penningkatan jalan hanya dikerjakan sepanjang 3,5 Km dari seharusya yakni 4 Km.

"Anehnya lagi jalan itu asalnya sepanjang 4 Km, saat iniyang  dikerjakan cuma 3,5 Km, pekerjaan ini juga tidak mengunakan Giotek sebagaimana mestinya dimana pada saat pemasangan Giotek rekananan tidak mengampar giotek selebar 6 (Enam) meter melainkan memotongnya dan dibagi menjadi dua, per tiga meter untuk dihampar dibagian sisi jalan sementara badan jalannya itu tidak mengunakan Giotek" bebernya.

Terpisah seorang Aktivis Tanjab Barat Waldi yang juga melihat pekerjaan tersebut juga menyayangkan hasil kerja rekanan yang dianggap tak maksimal.

Menurut Waldi, PT. Tanjung Jaya Permai sebagai rekanan yang mengerjakan pekerjaan itu tidak profesional dan asal jadi.

"Kerjanya asal jadi rekanan ini, karena bukan saja badan jalan yang berlobang, kita juga menduga kurang nya timbunan batu kelas B dan Tanah timbunan, sehingga tidak memberian hasil yang epektif, untuk itu kepada Dinas PUPR Provinsi Jambi untuk mengkaji ulang pekerjaan tersebut,begitu juga BPKP,kalau saja ini tidak disikapi kita minta penegak hukum untuk segra mengambil tindakan karena hal ini diduga sudah merugikan negara" ujar Waldi.

Sementara itu, hingga berita ii dinaikkan, Kabid Binamarga Provinsi Jambi Tetap Sinulingga saat akan dimintai konfirmasinya tidak dapat ditemui karena sedang berada diluar daerah.

Reporter: Sabri
Editor: Agus Solihin Abar

 

Warga | Beberkan | Peningkatan | Jalan |

Copyright @2015