Selasa, 12 Pebruari 2019 18:01 WIB

Safrial: Tenaga Kerja Lokal Harus Jadi Prioritas Perusahaan Yang Berinvestasi Di Tanjabbar

 Safrial: Tenaga Kerja Lokal Harus Jadi Prioritas Perusahaan Yang Berinvestasi di Tanjabbar
Bupati Tanjung Jabung Barat ,Dr.Ir.H.Safrial,MS

KUALA TUNGKAL (SR28) - Tenaga kerja lokal menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam perekrutan tenaga kerja perusahaan yang beroperasi di Bumi serengkuh dayung serentak ketujuan.

Mengapa demikian? Ya, karena keberadaan perusahaan yang berinvestasi di Tanjabbar tersebut menjadi salah satu upaya untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Bupati Tanjung Jabung Barat ,Dr.Ir.H.Safrial,MS meminta perusahaan yang berinvestasi di Tanjab Barat agar lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal untuk direkrut di setiap bidang pekerjaan yang dibutuhkan.

"Saya tegaskan, ini tidak hanya sebatas himbauan, saya juga meminta perusahaan untuk melakukan penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU) tentang peran serta perusahaan dalam pemberdayaan dan penempatan tenaga kerja lokal,” ujar Bupati Safrial saat mengadakan petemuan di Aula Kantor Bupati Tanjab Barat, Selasa (12/2/2019).

Dikatakan bupati, sesuai Perbup dan draf  MoU terkait peran serta perusahaan dalam pemberdayaan dan penempatan tenaga kerja lokal di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, sebagai tindak lanjut dari pertemuan maraton pemkab tanjung jabung barat dengan perwakilan perusahaan , baik pertambangan, perkebunan dan perusahaan lain pada Agustus 2018 lalu.

Usai  penyampaian perbup dan draf MoU, Bupati Tanjab Barat, Safrial mengungkapkan, nota kesepahaman ini mengatur tentang penerimaan tenaga kerja dan ini menjadi dasar hukum bagi perusahaan dalam perekrutan tenaga kerja.

Bupati Safrial juga menyetujui perbup dan nota kesepamahan tersebut, sebagai pengawasan dalam perekrutan tenaga kerja di Kabupaten tanjung Jabung barat.

”Perekrutan tenaga kerja harus melibatkan pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).“dan Inti MOU ini perusahaan dalam merekrut tenaga kerja wajib mengumumkan penerimaan sesuai dengan persyaratan yang diminta,” imbuh bupati.

Kata bupati, jika masih juga belum ada yang memenuhi syarat maka perusahaan wajib meminta izin pemerintah untuk mendatangkan pekerja dari luar kabupaten Tanjabbar.

"Saya secara moril bertanggungjawab dalam memberikan lapangan pekerjaan untuk masyarakat Kabupaten dan dengan investasi yang dibuka,yang seharusnya memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat tanjung jabung barat,” tegasnya.

MoU ini ditegaskan bupati, tidak melarang perusahaan merekrut tenaga kerja dari luar daerah.”Akan tetapi lebih dulu memprioritaskan tenaga kerja lokal.

Selain itu disampaikan bupati, perusahaan juga didorong untuk melakukan program pemagangan dalam upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) angkatan kerja di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Sementara itu ditempat yang sama Asisten bidang pemerintahan dan kesra, Hidayat SH.MH juga menegaskan perlu ada kesepahaman antara Pemkab Tanjung Jabung Barat dengan perusahaan dalam penerimaan tenaga kerja.

"Harus ada kesepahaman sehingga tenaga kerja lokal di Tanjabar ini mendapat porsi bahkan jadi prioritas. Bahkan tidak hanya penerimaan, namun juga dalam pelatihan keterampilan dan pemagangan bagi putra daerah," tukasnya.

Reporter: Sabri
Editor: Agus Solihin Abar

Safrial: | Tenaga | Kerja | Lokal |

Copyright @2015