Rabu, 06 Maret 2019 11:11 WIB

Diet Sehat Dan Tepat Untuk Hindari Obesitas

 Diet Sehat dan Tepat untuk Hindari Obesitas

Obesitas menjadi lifestyle disease yang meningkat dari tahun ke tahun di Indonesia. Mirisnya lagi, obesitas sudah dialami mereka sejak usia anak-anak. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) selama kurun waktu lima tahun menyebutkan, penyandang obesitas terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2018, angka obesitas meningkat menjadi 21,8 persen atau meningkat 7 persen dari tahun 2013.

Secara umum, obesitas disebabkan oleh tiga faktor, yakni faktor perilaku, lingkungan, dan genetik. Faktor genetik memiliki porsi 10 persen hingga 30 persen. Sementara, faktor perilaku dan lingkungan dapat mencapai 70 persen.

Beberapa penelitian menyatakan, perkembangan teknologi yang pesat berkontribusi pada peningkatan prevalensi obesitas. Tanpa disadari, teknologi menggiring seseorang untuk bergaya hidup sedentary diantaranya kurang beraktivitas fisik dengan seringnya menggunakan gadget, makan makanan tinggi kalori, dan kurang mengonsumsi buah dan sayur.

Dalam upaya memerangi obesitas, Prodia melakukan edukasi kepada masyarakat melalui seminar, event, maupun sarana promotif lainnya untuk membangkitkan kesadaran masyarakat akan bahaya obesitas serta meningkatkan perilaku preventif. Tidak hanya itu, Prodia juga meluncurkan pemeriksaan Fat Loss Panel.

Fat Loss Panel merupakan pemeriksaan kesehatan yang diperuntukkan bagi penyandang obesitas yang ingin kembali sehat dan terhindar dari risiko buruk akibat obesitas.

Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, menyampaikan, Fat Loss Panel ini diharapkan dapat dimanfaatkan bagi penyandang obesitas.

"Dengan adanya Fat Loss Panel, kami berharap masyarakat yang mulai menyadari obesitas dapat menimbulkan masalah kesehatan dan dapat lebih bijak dalam memilih cara untuk menurunkan berat badan. Diet memang dapat menjadi cara penurunan berat badan," kata Dewi, dalam acara Inagurasi Finalis Fat Loss di La Moda Cafe, Plaza Indonesia, jakarta, Sabtu (29/12).

Dalam kesempatan yang sama, dr Eva Kurniawati SpGK juga menyampaikan, diet sehat adalah diet yang memang mengikuti anjuran kebutuhan gizi seimbang, bukan diet yang dilakukan secara general dan mengikuti tren.

"Kebutuhan gizi bagi tiap orang dapat berbeda-beda. Untuk ini kita perlu lihat lebih dalam masalah apa yang ada di dalam tubuhnya, untuk nanti menentukan takaran gizi seimbang yang dibutuhkan selama program diet. Hal ini agar pasien tetap sehat meski melakukan diet," ujar Eva.

Hal yang sama disampaikan oleh dr Rachmad Wishnu Hidayat SpKO yang menyatakan, massa lemak di dalam tubuh bisa dibakar menjadi energi melalui olahraga yang dilakukan.

"Olahraga untuk obesitas selain latihan aerobik juga melatih otot untuk lebih meningkatkan pembakaran kalori. Olahraga tersebut dilakukan hampir setiap hari sesuai dengan anjuran yang aman," tambahnya.

Source : Beritasatu.com 

Diet | Sehat | dan | Tepat |

Copyright @2015