Kamis, 18 April 2019 11:27 WIB

Truk Batubara “SEXY KILLERS” Nya Jambi

 Truk Batubara “SEXY KILLERS” nya Jambi
Zainudin Alamsyah

SR28JAMBINEWS - Beberapa hari yang lalu bahkan hingga saat ini masih begitu hangat diperbincangkan mengenai sebuah Film Dokumenter yang menyedot perhatian khalayak ramai dengan judul SEXY KILLERS. Dimana film tersebut membicarakan mengenai tambang-tambang batubara dan Pembangkit listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menggunakan batubara sebagai bahan bakarnya serta lingkaran-lingkaran penguasa yang terlibat didalamnya.

Ditayangkan bahwa tambang-tambang ini telah merenggut tanah-tanah masyarakat serta begitu banyak nyawa dengan keberadaaanya. Banyak hasil-hasil galian yang tidak direcoveri kembali dan limbah-limbah yang tidak diolah sesuai dengan AMDAL (Analisis Menegenai Dampak Lingkungan) yang sesuai dengan peraturan yang ada.

Yang lebih memprihatinkan dan membuat kita tercengang adalah pemerintah seakan tinggal diam dan secara diam-diam mendukung setiap tindakan yang dilakukan oleh pengusaha. Setelah ditelusuri lebih dalam didapatkan bahwa pemilik tambang-tambang ini adalah elit-elit politik yang sedang berkuasa saat ini.

Lantas apakah di Jambi tidak ada SEXY KILLERS seperti yang ditayangkan pada Film Dokumenter tersebut. Jelas saya katakan bahwa SEXY KILLERS Jambi lebih Sexy untuk dibahas dari Film tersebut. Kenapa Bisa? Karena Sexy Killers Jambi tidak hanya merenggut nyawa tapi juga merenggut persatuan di Jami. Siapakah atau apakah itu Sexy Killers Jambi ? jawabannya adalah Batubara Jambi dengan Truk-Truk pengangkutnya.

Berapa banyak nyawa yang telah melayang diakibatkan kecelakaan-kecelakaan yang diakibatkan Truk pengangkut Batubara, terhitung 11 nyawa telah terenggut sepanjang tahun 2018. Dimulai dari Truk-Truk yang berjalan beriringan sehingga sangat membahayakan kemudian supir-supir yang mengantuk karena sering kali kejar target agar dapat beristirahat dengan cepat lalu Truk-Truk yang tak layak pakai serta Truk yang telah melewati kapasitas muatan sehingga ketika menanjak tak jarang kita temui akan mundur kebelakang. Sudah menjadi hal yang umum didengar masyarakat apabila ada kecelakaan maka pertanyaan yang pertama terlintas dipikiran adalah pasti truk batubara lagi dan jawabannya hampir keseluruhan iya. Hal ini dikarenakan memang truk batubara lah yang paling sering terjadi kecelakaan.

Sudah banyak aktivis-aktivis yang menyuarakan tentang hal ini dan sering dimuat di media-media cetak ataupun online bahkan masyarakat sendiri sering demo untuk menuntut hal ini dari berdemo didepan kantor pemerintahan hingga aksi memblokir jalan. Kejadian-kejadian ini bahkan merusak persatuan didalam masyarakat Jambi itu sendiri yaitu antara masyarakat lokal dengan supir-supir batubara yang tamerupakan masyarakat pula, kerap terjadi supir-supir truk yang tak bersalah diberhentikan oleh masyarakat bahkan dipukuli oleh masa yang marah karena salah satu rekannya menabrak anak-anak atau masyarakat. Lebih daripada itu pemblokiran-pemblokiran jalan yang dilakukan masyarakat dengan tidak membolehkan truk batubara lewat merugikan pihak supir batubara baik dari segi tenaga maupun materi sehingga membuat supir-supir tersebut balas menyerang masyarakat.

Apakah tidak ada solusi dari permasalahan ini? Maka jawabannya ada namun, tak terealisasikan hingga kini. Pembangunan jalan khusus truk batubara yang telah dicanangkan bertahun-tahun yang lalu hingga saat ini hanya sebatas wacana dan rencana. Kapan jalan ini akan terwujud hanya dapat dijawab oleh Pemerintah di Propinsi dan pengusaha batu bara. Sampai kapan hal ini akan berlanjut dan berapa nyawa lagi yang harus direnggut sehingga menyadarkan pemerintah dan pihak-pihak terkait. Permasalahan ini harus dituntaskan dengan secepatnya dan kesatuan dan persatuan adalah hal yang paling utama bukan kepentingan pribadi.

Oleh: Zainudin Alamsyah

*Penulis merupakan alumni S1 Kimia Universitas Jambi, Email: [email protected]

Truk | Batubara | “SEXY | KILLERS” |

Copyright @2015