Jumat, 26 April 2019 10:09 WIB

Strategi Pemberdayaan Petani Kopi Dalam Proses Perawatan Hingga Penjualan Untuk Meningkatkan Ekonomi Berkelanjutan

 Strategi Pemberdayaan Petani Kopi Dalam Proses Perawatan Hingga Penjualan Untuk Meningkatkan Ekonomi Berkelanjutan
Riswanto, S.AP, M.A.P

KERINCI (SR28) - Tanaman kopi merupakan tanaman yang berada pada daerah ketinggian, terutama kopi jenis arabika. Di kerinci sendiri terdapat dua jenis kopi yang saat ini masih di berkembang terus, arabika dan robusta adalah unggulan kopi di kerinci. Robusta berada pada daerah hilir kerinci yang berada pada ketinggian 800 mpdl, sedangkan arabika berada di daerah mudik kerinci pada ketinggian 1500 mdpl.

Kopi merupakan komoditi kedua terbesar setelah minyak, tentu hal ini menjadi target utama para pebisnis dunia. Indonesia adalah salah satu negara paling banyak yang menghasilkan kopi, tersebar di beberapa daerah dan salah satunya Kabupaten Kerinci.Kabupaten Kerinci merupakan salah satu kabupaten pengahsil kopi di Indonesia. Terletak di daerah ketinggian sehingga sangat strategis sekali untuk tanaman kopi, karena hingga saat ini kerinci masih rutin menghasilkan kualitas terbaik kopi di Indonesia.

Kerinci merupakan sentra kopi provinsi Jambi, memiliki tanah dan lahan subur menjadikan tempat ini cocok untuk dikembangkannya petani kopi. Saat ini masyarakat petani sudah mulai bergerak di bidang kesehatan kopi. Terbukti bahwa kopi Kerinci pernah mendapat penghargaan sebagai kopi terbaik Nasional. Dilihat dari struktur tanah, kerinci memiliki potensi yang begitu besar pada perkembangan tanaman kopi. Karena pada dasarnya sebuah tanaman sanagt bergantung pada kualitas tanah. Biasanya tanaman yang baik berasal dari kualitas tanah yang subur.

Kopi bukan lagi menjadi kebutuhan lokal, pangsa pasar kopi sudah menjadi pangsa internasional. Artinya kopi sudah menjadi kebutuhan manca negara, tentunya masyarakat petani menjadi sejahtera dan ekonomi tentram mengingat kopi sudah menjadi bahan ekspor.

Malangnya, para petani masih belum bisa memanfaatkan hal tersebut. Hal ini dikarenakan pola tanam dan pola panen yang selama ini terbilang salah. Terlepas dari itu para petani juga selama ini dimonopoli oleh segelintir orang dalam  hal harga kopi.

Strategi yang ditawarkan untuk pengelolaannya adalah, perlu orang-orang yang begitu paham dan mengerti kondisi tanaman kopi serta pengalaman dalam pemasaran.Selain itu  pemberdayakan masyarakat petani kopi adalah hal utama yang harus dilakukan, dan kemudian memberikan mereka pangsa pasar yang jelas agar mereka sejahtera. Karena diluar, kopi jauh lebih besar harganya dibandingkan yang selama ini dilakukan.

Melihat dinamika para petani kopi yang terjadi di Kerinci yang sangat pesat diperlukan terobosan-terobosan baru yang dinilai mampu menghadirkan kesejahteraan dan peningkatan ekonomi dari hasil penjualan kopi masyarakat petani. Kepemimpinan dan kepedulian juga merupakan salah indikator utama dalam pengembangan tanaman yang sudah memiliki sertifikat Indek Geografis (IG) tersebut.

Menjadikan petani sejahtera tidak cukup dengan janji-janji semata, tidak seperti politisi yang umbar janji. Kini petani butuh program nyata yang langsung melibatkan mereka sendiri. Optimalisasi kebun kopi sangat mampu untuk meningkatkan kesejahteraan, tinggal bagaimana kita merancang dan merencanakan sebuah program yang langsung dirasakan petani.

Strategi pemberdayaan petani kopi di Kerinci saat ini mulai dilakukan tahap demi tahap. Tujuan kkita memutus rantai monopoli pasar yang begitu menyiksa para petani. Mulai dari memebrikan pelatihan tentang kopi, memberikan informasi tentang bagaiman cara tanam dan cara panen yang benar hingga survei langsung ke kebun-kebun petani.

Program ini disambut baik oleh para petani, karena harapan mereka begitu besar terhadap pemeberdayaan seperti ini. kehadiran orang yang ahli kopi dari jakarta mampu mengobati rasa penasaran mereka terhadap ilmu kopi. Ternayata kopi bukan hanya sekedar minuan semata, jauh diujung dunia sana kopi telah menjadi gaya hidup mewah.

Metode yang ditawarkan dalam pengembangan maupun pemasaran adalah dengan menggunakan metode komunikasi penyuluh yang bersentuhan langsung kepada petani kopi di wilayah barat Provinsi Jambi (Kerinci).

Melalui metode yang digunakan tersebut kehadiran program ini menjadi angin segar para petani, mudah-mudahan progrma baik seperti ini bisa berjlan dengan lancar dan baik. Sehingga petan kopi di Kerinci bisa merasakan nikmatnya bertani kopi, tentunya dengan mengahsilkan kualitas kopi yang baik sehingga nilai harganya juga baik. Dan akhirnya berdampak pada meningkatnya pendapatan petani sehingga memberikan tingkatan ekonomi yang berkelanjutan.

Penulis :

Riswanto, S.AP, M.A.P

Mahasiswa Doktor Kajian lingkungan dan Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang

 

OPINI

Strategi | Pemberdayaan | Petani | Kopi |

Copyright @2015