Jumat, 22 November 2019 15:53 WIB

Anggota DPRD Tanjabbar Sebut Pembangunan Pengembangan Komplek Perkantoran Bupati Kacau Balau

Anggota DPRD Tanjabbar Sebut Pembangunan Pengembangan Komplek Perkantoran Bupati Kacau Balau

KUALA TUNGKAL (SR28) – Enam orang Anggota DPRD Tanjab Barat yang terdiri dari gabungan fraksi dan komisi melakukan reses atau kunjungan kerja ke beberapa tempat diantaranya mnegecek langsung ke lokasi pembangunan kompleks perkantoran bupati Tanjab Barat, Kamis (21/11/2019) kemarin.

Kompleks perkantoran Bupati Tanjab Barat dibangun menggunakan anggaran APBD Tahun 2019 sebesar Rp.14.736.800.631.08, yang dikerjakan oleh PT Jumindo Indah Prakasa dengan pengawas CV Mida Teknik dan pembangunan  Sheetpile dan pintu air belakang kantor bupati  dengan mneggunakan Dana APBD Tanjab Barat Tahun anggaran 2019 sebesar Rp.14.401.913.831,12 dangan rekanan yang sama.

Pimpinan Reses Syafril Simamora,SH mengatakan, kunjungan kerja (Reses) bersama anggota gabungan fraksi dan komisi ini kel okasi Pembangunan/pengembangan kompleks Pperkantoran Bupati Tanjab Barat, di karnakan adanya laporan warga yang mengeluhan tanaman mereka ada yang mati akibat bendungan sungai yang dilakuan oleh rekanan PT.Jumindo Indah Perkasa.

"Dari laporan warga maka kita ke lokasi ini untuk mengecek kebenarannya, ternyata kenyataan yang kita lihat dilapangan benar adanya,” ujar Syafril Simamora.

"Selain itu, bukan dilokasi ini saja yang saya cek,bahkan laporan warga Arah Sialang sepanjang aliran sungai yang dibendung ini pun kita cek,ternyata juga benar banyak tanaman petani yang mati seperti pinang, dan pisang dampak dari dibendungnya air tersebut dan juga lokasi kebun terendam banjir,” ungkapnya.

Selama peninjauan ke lokasi Syafril mengaku kecewa lantaran rekanan tidak maksimal dalam melakukan pekerjaan pembangunan. Hal ini terlihat dari hasil pengerjaan yang baru selesai beberapa persen saja dari empat bulan waktu yang diberikan.

"Pembangunan ini juga kacau balau dan kita juga tidak yakin 23 enam hari bangun ini akan selesai,dari fakta-fakta yang kita temukan rekananan bekerja tidak sungguh-sungguh, kenapa demikin karena sudah dikasih waktu selama empat bulan untuk pelaksanaannya tapi kok pekerjaan baru beberapa persen,dan menurut saya itu tidak akan terkejar," ujarnya.

Terkait permasalahan ini Syafri mengatakan akan segera memanggil lintas instansi Tanjab Barat untuk mempertanyakan kajian pembangunan tersebut.

"Kita akan panggil lintas intasnsi Tanjab Barat untuk mempertanyakan kajian pembangunan tersebut, karena dari dua pembangunan tersebut faktor yang tidak memperhatikan masyarakat sekitar dari dampak lingkungan,”pungkas nya.

Reporter: Sabri

Anggota | DPRD | Tanjabbar | Sebut |

Copyright @2015