Senin, 02 Desember 2019 10:02 WIB

Aktivis Tanjabbar Sebut Pekerjaan Jalan Perapat Asal Jadi Dan Kangkangi BOQ

 Aktivis Tanjabbar Sebut Pekerjaan Jalan Perapat Asal Jadi dan Kangkangi BOQ

KUALA TUNGKAL (SR28) – Pembangunan Rigid Beton di jalan Perapat RT10, kelurahan Patunas, Kecamatan Tungkal, Kabupaten Tanjab Barat yang dikerjakan oleh CV Mas Global dengan menggunakan sumber dana APBD Tanjabbar tahun anggaran 2019 sebesar Rp1 Miliar lebih. Namun aktivis Tanjab Barat menduga Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman mengerjakan projek tersebut asa jadi dan mengangkangi  Bill Of Quantitiy (BOQ). Ha ini terihat saat aktivis meihat langsung ke lokasi pembangunan bersama awak media kemarin, Minggu (1/12/2019).

Aktivis Tanjab Barat Syarifudin, AR mengatakan dari awal pekerjaan CV.Mas Global selaku rekanan sudah keliru dan lari dari BOQ.

"Dari awal  sudah keliru dan lari dari BOQ ,baik itu pengadaan Truk Mixcer Molen,k emudian tidak diampar batua Agregat Kelas B,dan tidak dipasang Besi Doel penyambung ,dan menduga tidak terpenuhinya K 200 dalam adukan Semen yang dihampar oleh rekanan,dikarna saat mengaduk semen mengunkan Molen Biasa,” ungkap Syarifudin kepada SR28.

Syarifuddin mengaskan pekerjaan yang bayak kecurangan tersebut jangan dibiarkan meraup keuntunangan yang sangat besar karena itu sudah merugiakan negara.

"Kuat dugaan kita ada kerjasama rekanan dan oknum Istansi terkait dan Kunsultan yang memberikan peluang kepada rekana nya,untuk itu kepada istansi hukum untuk segra melakuan pemerikasan,secara berkala terhadap rekana dan juga istansi terkait dan Kunsultan nya,” tergas Syarifudin.

Sementara itu terpisah H.Somad selaku konsultan pembangunan saat dikonfirmasikan SR28 belum lama ini saat berada di DisporaTanjab Barat berdalih seraya membela rekanan,dan mengatakan Kalau pekerjaan Jalan Perapat tersebut bukanlah Rigid Beton, melainkan Rabat Beton.

"Itu pembangunan Rabat Beton," ujarnya.

Padahal aktivis melihat pekerjaan dilapangan jauh lari dari BOQ dan banyak kecurangan dalam pekerjaannya.

Junaidi selaku PPTK dalam pekerjaan tersebut saat ingin dimintai keterangan terkait pekerjaan tersebut hingga kita sulit dihubungi dan belum dapat ditemui hingga berita ini dimuat.

Reporter: Sabri

Aktivis | Tanjabbar | Sebut | Pekerjaan |

Copyright @2015