Sabtu, 16 November 2019 12:40 WIB

Gubernur Jambi Buka Fesmed 2019

 Gubernur Jambi Buka Fesmed 2019

JAMBI (SR28) -  Gubernur Jambi, Fachrori Umar resmi membuka Festival Media 2019 yang akan berlangsung 16-17 November 2019.

Dalam kesempatan pidato di depan para peserta Fesmed, Fachrori Umar mengatakan, tema yang diangkat dalam kegiatan ini sangat faktual.

“Digitalisasi menyebabkan disrupsi’ di semua lini, karena itu kita harus mempersiapkan diri, lebih kreatif dan inovatif,” katanya, Sabtu (16/11/2019).

Antisipasi tidak hanya dilakukan oleh sektor swasta saja, namun kalangan pemerintahan juga harus mempersiapkan diri.

“Saat ini teknologi dapat diakses hampir semua kalangan. Informasi berkembang pesat dan cepat. Dampak positifnya mengedukasi kesadaran masyarakat.
Namun kredibilitas informasi bisa saja bias, acara ini diharapkan bisa mengedukasi masyarakat dan jurnalis menyampaikan info akurat dan jelas dari sumber terpercaya kredibilitasnya,” ucap Fachrori Umar.

Festival Media tahun ini memang punya tema pokok “Literasi di Era Disrupsi”.  Ketua AJI Indonesia, Abdul Manan mengakui bahwa saat ini media mengalami disrupsi.

“Hal ini ditandai dengan orang berkurang baca koran, karena pindah ke gadget. Wartawan tidak lagi memonopoli sumber informasi karena ada medsos dan jurnalisme warga,” kata dia.

Menurut Abdul Manan, pemanfaatan medsos, diakui atau tidak turut berkontribusi menutup media. “Tetapi keberadaan nya juga membahayakan bagi informasi yang tidak seimbang, tidak bisa cek fakta. Informasi yang disampaikan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” terang wartawan Tempo itu.

Di depan para tamu undangan, Ketua DPRD Jambi Edi Purwanto, Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan,  pers mahasiswa dan NGO, Manan mengatakan, saat ini AJI memiliki 1800 anggota di seluruh Indonesia dan 38 cabang. Organisasi profesi jurnalis itu fokus pada advokasi kebebasan pers, profesionalisme jurnalis, advokasi yang berhubungan dengan regulasi, dan kesejahteraan wartawan.

“Kita tahu sebagian besar jurnalis belum sejahtera. Namun demikian yang membedakan organisasi ini dengan organisasi media lainnya adalah, anggota AJI tidak boleh terima amplop. Hal itu merupakan bagian dari upaya menjaga independensi profesi sebagai anjing penjaga,” kata Abdul Manan, lagi.

Sementara Ketua Panitia Fesmed, Suang Situmorang mengungkapkan, saat ini tercatat 25 AJI Kota berpartisipasi. Ditambah media, NGO, perusahaan swasta, dan pers kampus. “Akan ada 11 workshop, pameran, dan acara lainnya  yang akan diikuti 2 ribu orang,” demikain Suang Situmorang.

Gubernur | Jambi | Buka | Fesmed |

Copyright @2015