Rabu, 29 Januari 2020 12:16 WIB

Pemprov Jambi Periksa Dokumen TKA Karunia Global School

 Pemprov Jambi Periksa Dokumen TKA Karunia Global School

JAMBI (SR28) - Aparat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi memeriksa kelengkapan dokumen Tenaga Kerja Asing (TKA), yang bekerja di Kanaan Global School yang berganti nama menjadi Karunia Global School.

Sekolah yang murdinya didominasi oleh warga keturunan China ini beralamat di Jalan Tidore No.8, Kebun Handil, Jelutung, Kota Jambi.

Pemeriksaan Rabu (29/1/2020) dipimpin oleh Sekretaris Disnakertrans Provinsi Jambi, Bahari, didampingi Kabid Pembinaan Pelatihan Penempatan Tenaga Kerja dan Produktivitas, Cikmas Hadi Salasa.

Pihak disnakertrans bertemu langsung dengan manajemen Karunia Global School, Lius Iman Santoso Ciputera, selaku pengurus harian Yayasan Bina Tunas Sejahtera, yang menaungi Kanaan Global School. Lius didampingi HRD dan pengurus tata usaha.

Selain memeriksa dokumen, disnakertrans juga memeriksa mess karyawan yang digunakan sebagai tempat tinggal para TKA. Pemeriksaan dilakukan mulai dari paspor, masa izin tinggal, nomor kitas dan masa berlakunya, IMTA dan nomor STM, serta jaminan kesehatan dari seluruh TKA.

Sekretaris Disnakertrans Provinsi Jambi, Bahari, menyatakan seluruh dokumen para TKA Karunia Global School lengkap dan resmi.

Menurut Bahari, dalam dokumen tersebut ada sembilan TKA, meliputi empat warga negara Cina dan lima warga negara Filipina.

“Kami memeriksa semua dokumen. Seluruhnya lengkap. Mereka juga melakukan laporan bulanan dan tahunan. TKA ini bekerja sebagai guru bahasa dan matematika,” ungkap Bahari.

Bahari menjelaskan, berdasarkan Perpres Nomor 20 tahun 2018 tentang Penggunaan TKA, diperbolehkan dalam bidang pendidikan.

Lius Iman Santoso Ciputera, pengurus jarian Yayasan Bina Tunas Sejahtera mengungkapkan, seluruh TKA yang bekerja di Karunia Global School telah sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku.

”Karunia Global School memiliki 120 karyawan, sembilan orang TKA yang bekerja sebagai guru. Seluruh dokumen dan prosedurnya sesuai peraturan yang berlaku. Kami laporkan tahunan, bulanan, dan selalu berkoordinasi dengan disnakertrans,” ungkap Lius.

Menanggapi adanya guru Karunia Global School dirawat di RSUD Raden Mattaher, dan diisukan terjangkit virus corona, pihak sekolah telah melakukan seluruh prosedur yang ditetapkan Kemenkes dan RSUD Raden Mattaher.

”Salah satu guru kami dirawat di RSUD. Berdasarkan tes kesehatan, sejauh ini hasil medis menyatakan tidak ada masalah. Sampai saat ini proses belajar tidak terganggu. Para siswa dan guru masuk seperti biasa. Kami juga mengimbau yang diarahkan kemenkes pada murid untuk menerapkan hidup sehat, seperti mencuci tangan, berolahraga, dan meningkatkan daya tahan tubuh,” tutur Lius.

Menurut Lius, guru tersebut mengajar sejak 10 Agustus 2019. Setelah pulang ke China dia sempat mengajar pada 4 Januari. Tanggal 25 Januari dia sakit karena batuk.

“Saat ini beliau masih di rumah sakit dan akan kembali bekerja menunggu petunjuk dari kemenkes dan rumah sakit Raden Mattaher,” ujar Lius.

Reporter; Nur Azizah

Pemprov | Jambi | Periksa | Dokumen |

Copyright @2015