Jumat, 21 Pebruari 2020 10:17 WIB

Aktivis ARM Jambi Dan Puluhan Masyarakat Desa Kepayang Datangi Kejari Kuala Tungkal Terkait Laporan Dana Desa Tahun 2018

 Aktivis ARM Jambi dan Puluhan Masyarakat Desa Kepayang Datangi Kejari Kuala Tungkal Terkait Laporan Dana Desa Tahun 2018

KUALA TUNGKAL (SR28) - Aktivis  Akomadasi Rakyat Miskin (ARM) Jambi dan Puluhan Masyrkat Desa Kepayang,Kecamatan Senyerang,kab.tanjab Barat,Datangi Kejaksaan Negeri Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjab Barat melakukan aksi demo dan pertanyakan laporan terkait dugaan tidak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa Kepayang, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjab Barat tahun 2018 lalu terkait pembangunan sumur bor, lapangan voly dan jalan setapak beton.

Amir Akbar Korlap Aksi Demo mengungkapkan,”Aksi demo yang kita lakukan di Kejari Tanjabbar ini oleh karena tidak ditindak lanjutinya laporan  rekan kami ynag sudah pernah melaporkan permasalahan tersebut kekejari Kuala Tungkal Kab.Tanjab Barat,akan tetapi laporan tersebut sepertinya tidak ditindak lanjuti,maka tadi kami pertanya kepada kasi pitsusnya, bahwa hal ini juga pernah dilaporkan dipolsek pengabuan,sehingga pihak kejari Kuala Tungkal Tidak bisa  menyikapi hal tersebut ,dalam hal ini kami sangat kecewa,kepada  Kejari Kuala Tungkal ,Kab. Tanjab barat,” selorohnya.

Lanjut Amir Akbar,” Alasan yang mereka sampaikan Karna laporan dari rekan saya tidak bisa ditindak lanjuti olehkarna laporan tersebut dilaporkan lebih dulu kepolsek pengabuan, padahal lopran yang disampikan keplsek pengabuan dan Kejari Kuala Tungkal itu orang yang berbeda hanya saja barangkali dengan objek yang sama tentang tidak pidana diduga korupsi oleh Kades Kepayang,Kecamatan senyerang,” jelasnya.

Terkai ini kami nanti akan mendorong kasus ini kekejati Jambi daan kami juga akan meminta polda jambi terkait dengan laporan masyarakat tindak pidana korupsi yang dilaporkan nya di polsek pengabuan,yang juga tidak ditindak lanjuti.

”Dalam hal ini kami menutut dan mintak tegak kan keadilan,dan penegakan hukum sebebar benarnya,karna apa bila hukum di laksanakan sebenar-benar nya maka kesejahtran itu adalah milik rakyat,tapi pada saat ini apabila hukum itu tidak ditegakan,maka ada dugaan kami  pengambilan kebijakan desa akan berbuat diluar koridornya," timpal Amir Akbar.

Terpisah Kajari Kuala Tungkal ,Trijoko,SH melalu Kasi inteljen Arnold Saputra,SH mengatkan,kami intinya kejari Tanjab Barat ini menerima masukan,laporan info maupun itu dari masyarakat maupun ormas dan LSM,atau laporan yang lain.

"Untuk laporan desa terkait yaitu Desa Sungai Kepayang ini pernah dilaporkan pada saat tahun 2018 lalu,dimasa jabatn inteljen Kejari oleh Ahmad Zuklarnai,SH dan kassi pidsus nya masih Ardi,SH,namun demikin informasi yang saya dapat,itu bukan nya tidak ditindak lanjuti,itu ditindak lanjuti,namun adanya hasil dari koordinasi didapati bahwa ini laporan tersebut sudah diproses oleh polsek pengabuan, berdasarkan Mou antara Kejaksaan  kepolisin sama KPK untuk memperoses sesuatu perkara yang suptansinya sama,itu siapa yang terlebih dahulu memproses,itu biasa nya ada suatu tindakan yang mereka buat dan untuk pihak dari instansi lain memproses tidak diperbolehkan,jadi dalam artian tidak ada dua atau lebih istansi yang memproses perkara tersebut dengan subtansi yang sama,kopilisian memerikasa dan kejaksaan memeriksa,dan ini sangat tidak dipebolehkan,karna akan membuat rancuh proses penyelidikannya,” ujarnya.

"Kita sudah menyaran kan bahwa untuk menrima laporan tersebut kita siap,namun harus dilaporkan kembali,dengan alasan ini sebelum nya sudah diproses,pada saat itu kan kita tidak mengikuti proses perkembangan nya sampai hari ini,kalau sekarang dilaporkan kembali kita bisa mempertanykan,kemaren sudah diproses tahapannya kira-kira mengirim undangan teman-teman dipolsek pengabuan yang kemarim memproses laporan tersebut kira-kira sudah sejauh mana,tapi kalau kita hanya berdasarkan laporan yang lama tahun 2018 kita tidak bisa menindak lanjuti kasus yang dilaporkan tersebut,” pungkas nya.

Reporter: Sabri

Aktivis | ARM | Jambi | dan |

Copyright @2015