Rabu, 26 Pebruari 2020 13:51 WIB

6 Anak Ini Jadi Yatim Piatu, Paling Kecil Usia 1 Bulan, Ayah Meninggal Saat Jenazah Ibu Dimandikan

 6 Anak Ini Jadi Yatim Piatu, Paling Kecil Usia 1 Bulan, Ayah Meninggal saat Jenazah Ibu Dimandikan
6 anak yatim piatu (sumber foto kompas regional)

Viral enam anak jadi yatim piatu setelah kedua orangtuanya meninggal bersamaan. 

Masyarakat Kota Balikpapan tengah dibuat haru dengan kondisi enam anak menjadi yatim piatu di usia yang masih sangat kecil.

Kedua orangtua enam anak ini diketahui telah meninggal dunia dalam waktu hampir bersamaan.

Di saat jenazah sang ibunda tengah dimandikan, ayah dari enam anak ini rupanya ikut menyusul berpulang untuk selama-lamanya.

 Kini keenam anak tersebut tinggal bersama kakek dan neneknya yang juga telah berusia lanjut.

Warga Balikpapan Berbondong-bondong membantu 6 bocah yatim piatu setelah ditinggal kedua orangtuanya yang meninggal hampir bersamaan

Ratusan masyarakat hingga organisasi perangkat daerah maupun pihak Kepolisian tampak memadati rumah Mustafa (53).

Mustafa merupakan kakek dari ke 6 bocah yang keduanya orang tuanya meninggal secara bersamaan pada Minggu (23/2/2020) kemarin.

Ratusan masyarakat itu datang memberikan dukungan moril serta memberikan santunan maupun kebutuhan sembako.

Ke enam bocah tersebut saat ini dirawat oleh kakek dan neneknya pasca kedua orang tuanya meninggal dunia pada Minggu (23/2/2020) siang.

Diketahui sebelumnya, kedua orang tua dari para bocah tersebut meninggal lantaran mengalami tensi alias tekanan darah tinggi.

 

Mustafa (53) dan Wa Ode Rusdiana (52), warga RT 20, kelurahan Sepingan Raya Kecamatan Balikpapan Selatan kini harus menjadi orangtua bagi keenam cucunya.

Di usia lanjutnya, Mustafa dan Rusdiana kini harus mengasuh keenam cucunya sekaligus.

Dengan isak tangis Rusdiana menceritakan kronologi keenam cucunya harus kehilangan kedua orangtuanya sekaligus.

Rusdiana menceritakan kedua orangtua enam anak ini meninggal dunia pada Minggu (23/2/2020) kemarin karena terserang hipertensi (tekanan darah tinggi).

Mustafa dan Rusdiana merupakan orangtua ibu dari keenam bocah tersebut yang bernama Siti Haryati.

Wa Ode Rusdiana (52) menceritakan almarhumah adalah putrinya bernama Siti Haryanti sebelumnya melahirkan anak ke enamnya.

Namun setelah beberapa hari kemudian, almarhumah Siti Haryanti kerap kali mengalami ketidakstabilan tensi darah saat dilakukan pemeriksaan di rumah sakit.

Hal itulah menjadi awal mula penyakit Siti Haryanti hingga akhirnya merenggang nyawa pada Minggu sekira pukul 10:00 Wita.

"Sebelumnya anak saya itu kan tensinya naik waktu periksa di puskesmas mulai dari situ sudah tidak normal. Anak saya itu meninggalnya hari Minggu kemarin," katanya sambil mengusap air matanya.

Dengan wajah yang tampak sedih dan air matanya terus menetes. 

Ia melanjutkan ceritanya bahwa pasca meninggal putrinya itu beberapa jam kemudian suami dari putrinya itu juga mengalami tensi.

Ayah enam anak ini langsung dilarikan ke rumah sakit, namun saat di perjalanan sudah dinyatakan meninggal dunia.

"Tidak lama kemudian setelah anak saya meninggal itu, suaminya juga langsung naik tensi dan dilarikan ke rumah sakit.

Tidak lama langsung muncul kabar kalau dia sudah meninggal juga, sementara anak saya ini masih dimandikan di rumah," ungkapnya diiringi tangis yang pecah

Sementara itu, tampak parah warga yang berdatangan memberi santunan tidak bisa menyembunyikan kesedihannya,

setelah menyaksikan keenam bocah tersebut yang masih belia anak pertama baru berusia sekitar 10 tahun sementara anak terakhir masih balita dan baru berusia 1 bulan 7 hari.

"Kita datang memberikan dukungan, juga memberikan sedikit santunan. Karena siapa sih yang tidak terharu melihat kondisi seperti ini," ungkap Arda, salah satu warga.

Dengan kondisi yang masih balita tersebutlah membuat hati siapa saja akan terharu. 

Satu akun yang turut membagikan kejadian ini adalah akun Facebook Yuni Rusmini.

Dalam postingannya Yuni Rusmini menyematkan foto enam pocah yatim piatu yang tampak masih kecil.

Sedangkan umur mereka beragam dari paling besar masih duduk di bangku kelas 6 SD dan yang terkecil berumur 1 bulan.

Postingan bertanggal Selasa (25/2/2020) ini telah mendapat ratusan respon beragam dari warganet.

Dilaporkan oleh TribunKaltim.co, semenjak kisah keenam bocah ramai diperbicangkan, masyarakat sekitar khususnya yang tinggal Kota Balikpapan tergerak untuk memberikan bantuan. 

Seorang warga, Arda mengaku sengaja datang ke rumah duka untuk memberikan dukungan moril dan bantuan.

"Kita datang memberikan dukungan, juga memberikan sedikit santunan. Karena siapa sih yang tidak terharu melihat kondisi seperti ini," ungkap Arda.

"Dengan kondisi yang masih balita tersebutlah membuat hati siapa saja akan terharu," lanjutnya.

 

Sumber Aceh Tribunnews.com

6 | Anak | Ini | Jadi |

Copyright @2015