Selasa, 10 Maret 2020 15:35 WIB

Pelaku Penganiayaan Kepsek SMAN 10 Merlung Dibekuk Satreskrim Polres Tanjabbar

Pelaku Penganiayaan Kepsek SMAN 10 Merlung Dibekuk Satreskrim Polres Tanjabbar
Konferensi Pers Mapolres Tanjab Barat

KUALA TUNGKAL (SR28) - Satreskrim Mapolres Tanjab Barat berhasil mengamankan satu orang pelaku pengganiayaan terhadap Kepala Sekolah SMA Negeri 10 Desa Bukit Harapan, Kecamatan Merlung, Tanjab Barat.

Kapolres Tanjabbar AKBP Guntur Safutro, S. Ik, SH. MH,mengungkapkan bermula kejadian tersebut dari anak perempuan pelaku berinisial kan (DL) bermain ponsel saat ujian sekolah, kemudian ponsel tersebut disita dan ditahan oleh pihak sekolah. Tidak terima ponsel anaknya di tahan oleh pihak sekolah, pelaku Bujang melakukan penggancaman dan pengganiayaan dengan mengeluarkan senjata api jenis Air Sofgun.

"Setelah melakukan penyelidikan, hingga akhirnya meningkatkan status pelaku menjadi tersangka kasus penganiayaan terhadap Lasemen, Kepsek SMAN 10 Desa Bukit Harapan, Kecamatan Merlung, Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjab Barat," ungkap Kapolres Guntur Saputro, Selasa (10/03/2020)

Kapolres AKBP Guntur Saputro Sik MH menambahkan dari peningkatan status pelaku menjadi tersangka saya memerintahkan Satreskrim jajaran Mapolres Tanjab Barat melakukan penangkapan terhadap tersangka Bujang Marwan alias Bujang, kemudian tim gabungan yang melakukan penangkapan dan pengejaran tersangka yang sempat kabur di Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari,akan tetapi dapat kita ringkus, tanpa perlawanan.

Pengakuan awal, motif tersangka melakukan penganiayaan dan ancaman lantaran miskomunikasi anak perempuanya (DL) mendapat teguran dari korban sehingga membuat emosi tersangka memuncak.

"Sementara pengakuan tersangka  membawa senjata api (senpi) jenis softgun untuk menakut-nakuti korban." dan senpi itu y di beli  nya seharga 2 juta dan baru di bayar 1 juta dari rekan nya inisial (RD) yang sudah di amankan oleh tim gabungan polres Tanjung Jabung barat." Polisi pun melakukan pengeledahan di rumah pelaku Bujang Marwan,kembali  di temukan senjata api rakitan jenis revolver dan satu amunisi yang disembunyikan  di kandang ayam," terang Kapolres. 

Selain kepemilikan senjata api, hasil pemeriksaan awal test urin tersangka juga menunjukan positif metavitamin sehingga kuat dugaan tersangka melakukan aksinya dalam keadaan pengaruh psikotropika dan obat terlarang.

"Saat dilakukan penggeledahan kendaraan tersangka ditemukan juga alat - alat konsumsi narkoba. Hasil test urine tersangka juga positif," ujarnya.

Atas perbuatannya tersangka dijerat Undang-Undang darurat pasal 1 ayat (1) nomor 12 tahun 1951 tentang  kepemilikian senjata api dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Reporter: Sabri

Pelaku | Penganiayaan | Kepsek | SMAN |

Copyright @2015