Kamis, 28 Mei 2020 07:31 WIB

Polisi Gagalkan Penyeludupan Babylobster Senilai 6,7 Milyar

 Polisi Gagalkan Penyeludupan Babylobster senilai 6,7 Milyar

 

Direktorat reserse kriminal khusus (ditkrimsus) polda jambi/ rabu sore menggrebek sebuah rumah yang dijadikan tempat penampungan sementara baby lobster.

 

Tempat penampungan tersebut berada di sebuah rumah kontrakan di kawasan Tangkit Lama RT 07 Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi. Rumah yang diketahui telah di kontrak sejak 6 bulan terakhir ini  telah dirubah sedemikian rupa oleh pelaku dengan cara menjebol dua ruangan menjadi satu agar muat menampung 4 kolam sebagai tempat hidup ribuan baby lobster.

 

Di lokasi,  tim gabungan mengamankan 44 ribu baby loobster yang terdiri dari 239 ekor baby lobster jenis mutiara dan 44.561 ekor baby lobster jenis pasir  dengan total ekonomis seharga 6,7 miliar rupiah. Total terdapat 8 kolam di dua ruangan berbeda berikut perangkat penunjang hidup baby lobster seperti tabung oksigen, toples, keranjang plastik, strerofoam dan lainnya.

Ruangan penyimpanan baby lobster ini  juga dilengkapi dengan alat pendingin udara.

 

Selain mengamankan barang bukti puluhan ribu baby lobster berusia sekitar 4 bulan tersebut,  petugas juga mengamankan 5 orang pekerja serta dua unit mobil.

 

Kelima orang pekerja yang diamankan masing-masing berinisial KH warga Tangkit Baru Kecamatan Sungai Gelam yang bertindak sebagai penanggungjawab rumah singgah. Kemudian PN yang bertindak membantu KH, IN dan WT warga lampung yang bertindak sebagai sopir dan RA yang bertindak sebagai peluncur atau pengaman di jalan.

 

Penggrebekan rumah singgah baby lobster ini berawal dari informasi masyarakat  bahwa akan masuk babby lobster dari pròvinsi lampung.

 

Setelah dilakukan pengecekan petugas yang melakukan penyetopan terhadap mobil xenia warna putih dengan nomor polisi BE 1037 TP  di Jalan Lintas Jambi-Palembang KM 20 menemukan 7 box sterofoam berisikan baby lobster.

 

Selanjutnya,  di Jalan Lingkar Belakang Bandara  dilakukan penyetopan mobil Expander warna abu-abu dan didapati berisi 2 orang yang bertugas melakukan peluncur atau steril jalan.

 

Akhirnya para pelaku yang ditangkap menunjukkan rumah singgah tempat puluhan ribu baby lobster itu mengisi ulang oksigen sebelum diselundupkan ke malaysia.

Rencananya baby lobster yang berhasil diamankan ini akan dilepasliarkan ke perairan di wilayah sumatera barat  bekerjasama dengan balai karantina ikan pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan (BKIPM) Jambi.

 

Direktorat reserse kriminal khusus (ditkrimsus) polda jambi/ rabu sore menggrebek sebuah rumah yang dijadikan tempat penampungan sementara baby lobster.

 

Tempat penampungan tersebut berada di sebuah rumah kontrakan di kawasan Tangkit Lama RT 07 Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi. Rumah yang diketahui telah di kontrak sejak 6 bulan terakhir ini  telah dirubah sedemikian rupa oleh pelaku dengan cara menjebol dua ruangan menjadi satu agar muat menampung 4 kolam sebagai tempat hidup ribuan baby lobster.

 

Di lokasi,  tim gabungan mengamankan 44 ribu baby loobster yang terdiri dari 239 ekor baby lobster jenis mutiara dan 44.561 ekor baby lobster jenis pasir  dengan total ekonomis seharga 6,7 miliar rupiah. Total terdapat 8 kolam di dua ruangan berbeda berikut perangkat penunjang hidup baby lobster seperti tabung oksigen, toples, keranjang plastik, strerofoam dan lainnya.

Ruangan penyimpanan baby lobster ini  juga dilengkapi dengan alat pendingin udara.

 

Selain mengamankan barang bukti puluhan ribu baby lobster berusia sekitar 4 bulan tersebut,  petugas juga mengamankan 5 orang pekerja serta dua unit mobil.

 

Kelima orang pekerja yang diamankan masing-masing berinisial KH warga Tangkit Baru Kecamatan Sungai Gelam yang bertindak sebagai penanggungjawab rumah singgah. Kemudian PN yang bertindak membantu KH, IN dan WT warga lampung yang bertindak sebagai sopir dan RA yang bertindak sebagai peluncur atau pengaman di jalan.

 

Penggrebekan rumah singgah baby lobster ini berawal dari informasi masyarakat  bahwa akan masuk babby lobster dari pròvinsi lampung.

 

Setelah dilakukan pengecekan petugas yang melakukan penyetopan terhadap mobil xenia warna putih dengan nomor polisi BE 1037 TP  di Jalan Lintas Jambi-Palembang KM 20 menemukan 7 box sterofoam berisikan baby lobster.

 

Selanjutnya,  di Jalan Lingkar Belakang Bandara  dilakukan penyetopan mobil Expander warna abu-abu dan didapati berisi 2 orang yang bertugas melakukan peluncur atau steril jalan.

 

Akhirnya para pelaku yang ditangkap menunjukkan rumah singgah tempat puluhan ribu baby lobster itu mengisi ulang oksigen sebelum diselundupkan ke malaysia.

Rencananya baby lobster yang berhasil diamankan ini akan dilepasliarkan ke perairan di wilayah sumatera barat  bekerjasama dengan balai karantina ikan pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan (BKIPM) Jambi.

Muhammad Sidik

Polisi | Gagalkan | Penyeludupan | Babylobster |

Copyright @2015